Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kompleksitas tantangan bangsa, mulai dari transformasi digital, ketahanan pangan, hingga pengentasan kemiskinan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun pemerintahan yang modern.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq, saat memberikan sambutan pada Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIII Tahun 2025 di Aula Prof. Agus Dwiyanto, MPA, Rabu (22/10), menyampaikan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada kebijakan teknokratis, tetapi juga pada kemampuan pemimpin birokrasi untuk menjadi penggerak kolaborasi.
“Tidak ada lagi ruang bagi ego sektoral atau kerja sendiri-sendiri. Tantangan besar kita bukan pada kurangnya program, tapi pada lemahnya orkestrasi lintas instansi. Kolaborasi bukan berarti menyeragamkan langkah, melainkan membangun harmoni agar setiap pihak saling melengkapi,” tegasnya.
Muhammad Taufiq mencontohkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu dari lima program prioritas nasional yang digerakkan pemerintah bersama Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan, dan Pembangunan Rumah Layak Huni.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja sinergis antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Dalam program MBG, ekosistem industri pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mendukung tercapainya sasaran program. Keberhasilan program tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari Badan Gizi Nasional sebagai koordinator program, Kementerian Pertanian yang menjamin ketersediaan pangan, Kementerian Keuangan yang mengalokasikan anggaran, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengawasi keamanan pangan, sampai Kementerian PPN/Bappenas yang menyusun tata kelola. Semuanya harus bergerak serentak. Tanpa orkestrasi semacam ini, program tersebut tidak akan berdampak besar,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Policy Brief dan Proper Expo PKN I Angkatan LXIII yang digelar sehari sebelumnya, Selasa (21/10), di Aula Makarti Bhakti Nagari, ASN Corporate University, para peserta PKN I LXIII merekomendasikan dua arah kebijakan strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi pangan nasional.
Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi ASN Tri Widodo menilai bahwa tema “Ekosistem Inovasi Industri Pangan untuk Pertumbuhan Ekonomi” yang diangkat peserta sangat relevan dengan kondisi aktual bangsa.
“Saat ini, kita menghadapi paradoks: negeri yang subur justru masih bergantung pada impor pangan. Ini menandakan perlunya kebijakan yang lebih inklusif untuk kemajuan seluruh kelompok masyarakat Indonesia, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM di pelosok,” ujarnya.
Tri Widodo menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem inovasi industri pangan. Kebijakan progresif diperlukan untuk membangun ekosistem berbasis potensi lokal, dengan fokus pada diversifikasi pangan, penguatan kapasitas teknologi UMKM, percepatan riset terapan, serta integrasi bioteknologi ke dalam strategi nasional.
Transformasi industri pangan berbasis inovasi dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Kuncinya adalah kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, agar inovasi pangan dapat menjadi motor ketahanan ekonomi nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan peserta PKN I Angkatan LXIII, Guswanto memaparkan hasil identifikasi isu strategis yang masih menghambat ketahanan pangan nasional, antara lain ketergantungan pada impor bahan pangan, tingginya kerugian pascapanen, degradasi lahan pertanian, dan tumpang tindih kebijakan antarinstansi.
Menindaklanjuti isu tersebut, peserta PKN I Angkatan LXIII merekomendasikan dua arah kebijakan. Pertama, penguatan regulasi dan kelembagaan, melalui amandemen Perpres Nomor 81 Tahun 2024 dengan menetapkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebagai leading institution dan pembentukan Gugus Tugas Rantai Pasok Pangan Lokal sebagai forum koordinasi lintas sektor.
Kedua, penguatan implementasi melalui insentif dan infrastruktur pangan, antara lain pemberian insentif fiskal (keringanan pajak, subsidi) dan nonfiskal (akses pembiayaan, sertifikasi mutu, dan bantuan teknis) bagi industri berbasis bahan baku lokal.
Selain itu, pembangunan pusat agribisnis, fasilitas pascapanen, sistem penyimpanan, logistik, dan platform digital juga dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Menteri PANRB Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan bergantung pada mindset kepemimpinan ASN yang adaptif, sistemik, dan berorientasi pada dampak.
“Pemimpin kolaboratif bukan hanya mampu bekerja sama, tapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas tinggi, dan kemampuan komunikasi lintas sektor untuk mewujudkan kerja sinergis yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan PKN Tingkat I Angkatan LXIII, Lembaga Administrasi Negara kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak pemimpin kolaboratif, inovatif, dan berorientasi hasil.
Sinergi antara kepemimpinan kolaboratif dan inovasi kebijakan publik diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan program prioritas nasional menuju pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi rakyat. (Z-1)
GRUP band Vierratale dan 510 baru-baru ini merilis sebuah karya kolaborasi yang tercipta dari aksi di panggung. Keduanya merilis lagu mash up berjudul Esa x Perih.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Kolaborasi Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim
Koleksi yang diluncurkan mencakup berbagai kategori furniture, mulai dari living, dining, hingga working collection.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi Kaylix, pembenah tanah berbasis rumput laut.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Kemendagri menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan BUMD sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved