Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) menegaskan, bercermin dari kasus keracunan di berbagai daerah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru diwajibkan menyajikan makanan MBG secara bertahap, dimulai dari porsi kecil hingga meningkat ke jumlah lebih besar.
“Untuk SPPG baru, kami sudah meminta agar pelayanan dilakukan bertahap, mulai dari jumlah kecil. Setelah terbukti mampu, barulah dinaikkan secara perlahan agar kualitas tetap terjaga,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat dihubungi, Jumat (19/9).
Ia juga mengingatkan SPPG lama untuk tidak lengah. Kewaspadaan, kata Dadan, harus dijaga pada seluruh aspek, mulai dari pemilihan bahan makanan, penggunaan alat masak, hingga proses penyajian.
“SPPG lama tetap kami minta waspada dan terus meningkatkan kualitas. Jika ada penggantian supplier bahan baku, prosesnya juga harus dilakukan bertahap agar ada saling jaga kualitas antar penyedia,” ujarnya.
Kasus dugaan keracunan makanan MBG terbaru terjadi di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Data sementara pada 18 September pukul 16.45 WITA mencatat sebanyak 277 siswa dari SDN Tompudau, SMP Tinangkung, SMA Tinangkung, SMK Tinangkung, dan SD Pembina Salakan terdampak dugaan alergi setelah menyantap menu MBG. Dari jumlah tersebut, 32 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Trikora, sementara 245 siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Pemantauan JPPI hingga September 2025 mencatat, tidak kurang dari 5.360 anak di berbagai daerah mengalami keracunan akibat program unggulan Presiden RI ini. (Z-10)
Program MBG dilaksanakan dengan prinsip-prinsip HAM, antara lain, pertama prinsip universalitas, yakni hak untuk hidup dan gizi berlaku untuk semua orang tanpa pengecualian.
ANGGOTA DPR RI Dapil Jawa Barat IX Ateng Sutisna menyoroti kasus keracunan massal yang kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumedang, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia jadi percontohan dunia karena mampu melayani 60 juta penerima manfaat.
MENTERI Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan tim Ekspedisi Patriot siap menyukseskan target pembangunan 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua tahun ini.
Pemerintah membentuk forum evaluasi untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif, terarah, dan mampu menjangkau kebutuhan gizi masyarakat secara merata.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan dampak signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Penguatan tata kelola dan sistem distribusi terus dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut mencakup ratusan kabupaten/kota yang menjadi fokus intervensi, dan akan digunakan sebagai acuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved