Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI bawang putih ternyata secara teratur ke dalam makanan ternyata terbukti dapat menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap terkendali. Berdasarkan penelitian dari Southeast University and Xizang Minzu University di Tiongkok mengonfirmasi bahwa konsumsi bawang putih dikaitkan dengan kadar glukosa yang lebih rendah dan beberapa jenis molekul lemak.
Dikutip dari Sciencealert glukosa dan lipid merupakan nutrisi penting bagi tubuh, menyediakan energi dan merupakan dasar bagi berbagai macam zat pembangun. Pola makan modern seringkali menghasilkan asupan yang berlebihan, sehingga meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Sejumlah pilihan gaya hidup lainnya, mulai dari konsumsi alkohol hingga rutinitas olahraga, juga dapat memengaruhi kadar gula dan lemak tubuh.
"Pada individu yang sehat, metabolisme glukosa dan lipid diatur secara tepat," tulis para peneliti dalam makalah yang mereka terbitkan di Nutiensts.
Gangguan metabolisme glukosa dan lipid dapat menyebabkan sejumlah penyakit kronis, termasuk aterosklerosis, diabetes, dan penyakit hati berlemak.
Sementara itu, bawang putih telah lama dikaitkan dengan kesehatan yang baik, dan sebelumnya telah dikaitkan dengan pengaturan lipid serta kadar glukosa dalam studi terisolasi.
Secara keseluruhan, tim peneliti mengonfirmasi bahwa dampaknya tetap positif. Mereka yang mengonsumsi bawang putih ditemukan memiliki kadar glukosa darah yang lebih rendah, indikator kontrol glukosa jangka panjang yang lebih baik, lebih banyak kolesterol 'baik' dalam bentuk lipoprotein densitas tinggi (HDL), lebih sedikit kolesterol 'jahat' atau lipoprotein densitas rendah (LDL), dan kolesterol yang lebih rendah secara keseluruhan.
Menariknya, kadar trigliserida tampaknya tidak terpengaruh. Penelitian dan studi yang lebih terfokus dapat membantu memperjelas apa yang sebenarnya terjadi.
Uji coba yang dicakup dalam meta-analisis ini berlangsung selama tiga minggu hingga satu tahun, dan mencakup studi yang menggunakan beberapa jenis bawang putih seperti bawang putih mentah, ekstrak bawang putih tua, dan tablet bubuk bawang putih.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang putih memiliki efek menguntungkan pada glukosa darah dan lipid darah pada manusia, dan hubungannya signifikan secara statistik. Adapun mengapa hubungan ini ada, diperkirakan bahwa bahan aktif yang berbeda dalam bawang putih membantu dalam berbagai cara, termasuk dengan mengurangi stres oksidatif atau jenis kerusakan pada sel yang dapat menyebabkan masalah seperti penyakit kardiovaskular," tulis para peneliti.
Bawang putih juga mengandung senyawa antioksidan bernama alliin, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan pengelolaan glukosa darah, lipid darah, dan mikrobioma usus. Kemungkinan besar, kombinasi beberapa efek inilah yang menyebabkan hasil yang ditunjukkan di sini.
Jelas bahwa pola makan kita sangat memengaruhi kesehatan kita, baik atau buruk. Kini, ada lebih banyak alasan untuk menambahkan bawang putih ke dalam daftar makanan yang harus kita sertakan dalam pola makan kita.
“Penelitian ini memberikan ide-ide baru untuk pengembangan produk alami melawan penyakit yang berhubungan dengan metabolisme glikosida,” pungkasnya. (Iam/M-3)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol untuk cegah stroke. Kenali gejala awal dan lakukan pencegahan sejak dini demi kesehatan otak dan tubuh.
Penyakit jantung tak hanya dipengaruhi genetik. Ahli Mayo Clinic menyebut gaya hidup punya peran lebih besar.
Kuning telur ternyata kaya nutrisi dan tak selalu memicu kolesterol tinggi. Studi terbaru menyarankan konsumsi telur utuh secara seimbang.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Meski sulit menolak hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang, menjaga pola konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menghindari lonjakan kolesterol.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved