Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Idul Fitri identik dengan kebersamaan dan aneka hidangan lezat. Tradisi bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah lainnya membuat masyarakat sulit menolak berbagai sajian khas Lebaran.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang kerap mengintai, salah satunya adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam darah.
Padahal, selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tubuh justru mengalami perubahan positif. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).
Sayangnya, pola hidup yang berubah drastis saat Lebaran bisa membuat kondisi tersebut berbalik. Mengutip dari laman Hello Sehat, ada setidaknya 3 penyebab kolestrol tidak terkontrol saat rayakan hari raya.
1. Pola Makan tidak Terkontrol
Salah satu penyebab utama naiknya kolesterol setelah Lebaran adalah pola makan yang tidak terjaga.
Banyak orang cenderung “balas dendam” setelah sebulan berpuasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan. Hidangan tinggi lemak jenuh, lemak trans, serta minuman manis menjadi menu yang sulit dihindari.
Anggapan bahwa tubuh “aman” karena sudah berpuasa selama sebulan sering kali menyesatkan. Faktanya, konsumsi makanan tinggi kolesterol tetap perlu dibatasi agar kadar lemak dalam darah tetap stabil.
2. Sindrom Metabolik
Selain pola makan, sindrom metabolik juga menjadi faktor yang dapat memicu lonjakan kolesterol saat Lebaran.
Kondisi ini merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang meliputi tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, penumpukan lemak di area perut, serta kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.
Perubahan pola makan secara tiba-tiba, seperti dari kondisi perut kosong seharian menjadi penuh dengan makanan tinggi lemak dan gula dapat memicu terjadinya sindrom metabolik. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berisiko meningkatkan penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan penyakit jantung koroner.
3. Kurangnya Asupan Nutrisi
Faktor lain yang turut berperan adalah kurangnya asupan nutrisi tertentu, seperti taurin. Taurin merupakan asam amino yang membantu mengontrol kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Selama puasa, asupan nutrisi seperti zinc dan vitamin A bisa berkurang, sehingga memengaruhi kadar taurin. Jika kondisi ini berlanjut tanpa diimbangi pola makan sehat saat Lebaran, maka kadar kolesterol akan semakin sulit dikendalikan.
Padahal, kebutuhan nutrisi ini bisa dipenuhi dari berbagai makanan sehat seperti sayuran hijau, termasuk bayam, brokoli, dan jamur.
Meski sulit menolak hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang, menjaga pola konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menghindari lonjakan kolesterol.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol untuk cegah stroke. Kenali gejala awal dan lakukan pencegahan sejak dini demi kesehatan otak dan tubuh.
Penyakit jantung tak hanya dipengaruhi genetik. Ahli Mayo Clinic menyebut gaya hidup punya peran lebih besar.
Kuning telur ternyata kaya nutrisi dan tak selalu memicu kolesterol tinggi. Studi terbaru menyarankan konsumsi telur utuh secara seimbang.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved