Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EROPA menyetop sementara produk Cola-Cola. Alasannya di dalam minuman tersebut ditemukan kadar klorat tinggi. Penarikan produk tersebut berlaku di Belgia, Luksemburg, dan Belanda, meskipun sejumlah kecil minuman juga dikirim ke negara lain, menurut Coca-Cola Europacific Partners, yang menangani pembotolan dan distribusi di Eropa, Australia, dan beberapa bagian Asia.
Produk yang terpengaruh oleh penarikan itu dilaporkan termasuk merek Coke, Fanta, Sprite, Tropico, dan Minute Maid yang juga diduga mengandung klorat dalam kadar lebih tinggi, yang berasal dari disinfektan klorin yang banyak digunakan dalam pengolahan makanan dan pengolahan air.
Dikutip dari Euronews.com, kandungan tinggi klorat pada makanan dan minuman, sangat berisiko bagi orang dengan gangguan tiroid, bayi, dan anak-anak, tetapi paparan satu kali "hanya memiliki dampak yang dapat diabaikan," menurut Institut Federal Jerman untuk Penilaian Risiko.
Uni Eropa memiliki aturan tentang tingkat maksimum residu klorat yang diizinkan dalam makanan. Seorang juru bicara Coca-Cola Europacific Partners mengatakan kepada Euronews Health bahwa "analisis ahli independen telah menyimpulkan bahwa kemungkinan risiko terkait bagi konsumen sangat rendah".
Menurut Food Standards Scotland, klorat, produk sampingan dari pembersih berbasis klorin yang digunakan untuk mensterilkan air, dapat menyebabkan kekurangan yodium dan tunduk pada batasan hukum yang ketat dalam makanan. Kadar klorat dalam makanan dan air minum terlalu tinggi juga disebut dalam beberapa artikel dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak, termasuk masalah tiroid yang disebabkan oleh berkurangnya penyerapan yodium. Hal ini dapat memiliki implikasi kesehatan yang serius, termasuk jumlah sel darah merah yang lebih rendah dan perubahan komposisi komponen sumsum tulang serta kelompok lain yang berisiko adalah wanita hamil yang juga memiliki gangguan fungsi tiroid. (H-3)
Coca-Cola mengatakan dalam sebuah pernyataan penarikan kembali difokuskan pada Belgia, Luksemburg, dan Belanda.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved