Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TSUNAMI adalah fenomena alam yang ditandai gelombang air laut yang besar. Peristiwa ini dipicu berbagai faktor, termasuk pergeseran lempeng tektonik, perubahan permukaan laut yang dapat menyebabkan gempa bumi yang berpusat di bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor laut.
Area yang dekat dengan pantai memiliki risiko tinggi terhadap tsunami. Di Indonesia, ancaman tsunami sangat serius mengingat letak geografisnya yang berada di Cincin Api Pasifik, sebuah daerah yang rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Untuk memperluas pengetahuan tentang tsunami, ada baiknya untuk mengetahui berbagai jenis tsunami yang ada.
Tsunami tektonik merupakan jenis tsunami paling umum terjadi yang disebabkan gempa bumi tektonik di dasar laut. Pergerakan lempengan bumi menyebabkan gangguan besar pada dasar air laut yang menciptakan gelombang besar yang sangat tinggi dan berbahaya. Merambat hingga menuju daratan, terutama jika gempa terjadi di dekat pantai
Tsunami vulkanik merupakan aktivitas gunung berapi di bawah laut atau dekat pantai. Letusan gunung berapi dapat mendorong air laut dan menghasilkan gelombang besar. Tsunami ini sering tidak dapat diprediksi karena letusan gunung berapi bisa terjadi tanpa peringatan.
Tsunami longsor merupakan longsoran material di dasar laut, serta runtuhan gunung api dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa bumi dapat menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu longsoran ini memiliki potensi tinggi untuk merusak wilayah dekat pantai
Tsunami Meteorit adalah hantaman benda langit, seperti meteor yang jatuh ke dasar laut. Tsunami ini jarang terjadi, namun dampaknya sangat signifikan dalam menghancurkan wilayah pesisir. Hantaman meteor dapat menghasilkan gelombang yang besar dengan sangat cepat menyebar.
Tsunami dapat terjadi akibat gangguan yang menyebabkan perpindahan besar air, seperti gempa bumi, letusan gunung api, longsor atau meteor, dengan 90% disebabkan oleh gempa bawah laut.
Gerakan vertikal kerak bumi dapat menyebabkan dasar laut naik atau turun, mengganggu keseimbangan air dan menghasilkan gelombang besar saat mencapai pantai. (BPBD/BMKG/PBB/Z-3)
Gempa M 6,2 mengguncang Hokkaido, Jepang, Senin (27/4/2026) pagi. JMA melaporkan tidak ada potensi tsunami dan kondisi PLTN Tomari terpantau aman.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui KBRI Tokyo menyatakan telah menerima informasi terkait peringatan tsunami yang berlaku di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido
GEMPA bumi berkekuatan besar mengguncang lepas pantai utara Jepang, Senin (20/4). Perdana Menteri Sanae Takaichi membentuk tim tugas darurat, simak fakta-fakta gempa jepang hari ini
Satelit SWOT milik NASA-CNES berhasil merekam detail gelombang tsunami di Samudra Pasifik dengan resolusi tinggi, memperkuat sistem peringatan dini bencana.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung pada Kamis pukul 06.48 Wita turut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved