Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA semakin modern dengan hadirnya berbagai jenis moda transportasi kereta yang siap mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, aman, dan nyaman.
Setiap jenis kereta di Indonesia memiliki fungsi dan rute yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan maupun antarkota.
Di Hari Kereta Api Nasional ini, mari kita jelajahi perbedaan dan keunikan dari empat jenis kereta yang populer: LRT, MRT, KRL, dan KA Jarak Jauh.
Baca juga : Mengenal 6 Jenis Kereta, dari Kereta Komuter hingga Kereta Cepat
LRT atau Light Rail Transit merupakan sistem kereta ringan yang dirancang khusus untuk melayani jarak pendek di dalam kota. Kereta ini sangat cocok digunakan di area perkotaan dengan lalu lintas yang padat.
Di Indonesia, LRT mulai beroperasi di Palembang untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018, dan di Jakarta yang mulai aktif pada tahun 2019.
Ciri khas dari LRT adalah gerbong yang lebih kecil dan lintasan yang dibangun di atas tanah atau di jalur layang. Karena itu, LRT mampu menghindari kemacetan di jalan raya dan menjadikan perjalanan lebih efisien.
Baca juga : Kemenhub Siapkan Aplikasi Pemesanan Integrasi Tiket Angkutan Umum, Pertama di Dunia
LRT Jakarta misalnya, menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Rawamangun, memudahkan mobilitas warga di sekitar area tersebut.
MRT atau Mass Rapid Transit adalah moda transportasi yang relatif baru di Indonesia, dengan rute pertamanya dibuka pada 2019 di Jakarta.
MRT Jakarta dikenal dengan jalur bawah tanahnya yang menghubungkan wilayah Selatan hingga Pusat Jakarta, dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.
Baca juga : Sistem Angkutan Umum Jakarta Diklaim Siap Dukung Penerapan ERP
Berbeda dengan LRT yang melayani rute pendek, MRT dirancang untuk mengangkut jumlah penumpang yang lebih besar dalam jarak yang lebih panjang. Kereta ini dikenal dengan kecepatannya, sehingga sangat ideal untuk perjalanan di kota besar yang padat.
Dengan rencana perluasan jalur MRT di masa depan, moda transportasi ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di ibu kota.
KRL atau Kereta Rel Listrik sudah menjadi salah satu moda transportasi andalan bagi penduduk di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sejak bertahun-tahun.
Baca juga : Pengamat: Jam Kantor Harus Disesuaikan dengan Jadwal Transportasi
KRL merupakan kereta komuter yang menghubungkan daerah-daerah pinggiran Jakarta dengan pusat kota, sehingga memudahkan para pekerja yang tinggal di pinggiran untuk bepergian ke Jakarta setiap hari.
Salah satu kelebihan KRL adalah frekuensi perjalanannya yang cukup sering, terutama di jam-jam sibuk. KRL juga menggunakan jalur eksklusif, sehingga tidak terpengaruh oleh kemacetan lalu lintas.
Fasilitas yang ada di dalam kereta pun sudah cukup modern, dengan AC, tempat duduk yang nyaman, serta rute yang jelas. Layanan KRL telah membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi kemacetan di Jakarta.
Kereta Api Jarak Jauh adalah moda transportasi yang melayani perjalanan antarkota atau bahkan antarprovinsi. Di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan berbagai layanan KA Jarak Jauh yang menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Malang.
Kereta ini menawarkan berbagai kelas layanan mulai dari ekonomi, bisnis, hingga eksekutif, yang memungkinkan penumpang memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.
Fasilitas di dalam kereta api jarak jauh kini juga semakin canggih, dengan kursi yang lebih nyaman, AC, colokan listrik, hingga Wi-Fi di beberapa rute tertentu. Selain itu, kereta jarak jauh di Indonesia terkenal dengan pemandangannya yang indah sepanjang perjalanan, menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.
Keempat jenis kereta di Indonesia LRT, MRT, KRL, dan KA Jarak Jauh menyajikan solusi mobilitas bagi masyarakat dengan berbagai kebutuhan. Dari perjalanan singkat di dalam kota hingga perjalanan panjang antarkota,
setiap jenis kereta menawarkan kecepatan, kenyamanan, dan efisiensi. Dengan perkembangan yang terus berlanjut, sistem perkeretaapian di Indonesia diharapkan dapat semakin mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Siap berkeliling dengan kereta di Indonesia? (Z-10)
Pascainsiden tabrakan KAI Commuter menyatakan layanan KRL lintas Bekasi–Cikarang direncanakan kembali beroperasi normal pada Rabu (29/4/2026) siang.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan pentingnya resiliensi dan dukungan keluarga bagi korban kecelakaan kereta api untuk pulih dari trauma psikologis.
KAI Daop 1 Jakarta membatalkan 8 perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen akibat normalisasi pascakecelakaan di Bekasi. Simak daftar KA dan cara refund.
Banyak perlintasan ilegal muncul akibat perkembangan permukiman tanpa perencanaan matang.
Ada pula 36 penumpang yang dialihkan perjalannya, yaitu penumpang KA Gunung Jati tujuan Gambir dialihkan menggunakan KA Dharmawangsa dan Blambangan Ekspres dengan tujuan Pasar Senen.
KAI Daop 4 Semarang ingatkan aturan penggunaan stop kontak di kereta api usai viral video masak mi instan pakai kompor listrik. Simak panduan lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved