Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8 kabupaten/kota dari 10 daerah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus siaga kekeringan pada musim kemarau 2024.
"Potensi kekeringan semakin meluas di wilayah NTB," kata Prakirawan BMKG NTB Nindya Kirana melalui keterangan tertulis, Senin (2/9).
Baca juga : BNPB: Modifikasi Cuaca 98% Efektif Kurangi Curah Hujan di IKN
Adapun 8 wilayah yang masuk dalam level siaga kekeringan di antaranya di Kabupaten Dompu (Kecamatan Pajo), Kabupaten Bima (Kecamatan Soromandi, Tambora), Kota Mataram (Kecamatan Mataram), Lombok Barat (Kecamatan Sekotong).
Kemudian Lombok Tengah (Kecamatan Pujut), Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya), Sumbawa (Kecamatan Moyo Hulu) dan Sumbawa Barat
(Kecamatan Maluk).
"Level awas di Lombok Timur (Kecamatan Swela), Kabupaten Bima (Kecanatan Belo, Palibelo, Sape),"katanya.
Sementara itu untuk level waspada terdapat di Kabupaten Dompu (Kecamatan Dompu, Huu, Kempo, Kilo, Manggalewa, Woja), Kabupaten Bima (Kecamagan Bolo, Lambu, Madapangga, Sanggar).
Baca juga : Satu Korban Hilang Banjir Bandang Kota Ternate Ditemukan
Kota Bima (Kecamatan Raba), Lombok Barat (Kecamatan Batu Layar, Gerung, Kediri, Lembar), Lombok Tengah (Kecamatan Janapria, Praya, Praya Tengah).
Selain itu, Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Aikmel, Labuhan Haji, Sakra Barat, Sambelia, Sembalun, Sukamulia), Lombok Utara (Kecamatan Bayan, Gangga, Kayangan, Pemenang, Tanjung).
Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Alas, Buer, Empang, Labangka, Labuhan Badas, Moyo Utara, Orong Telu, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes, Utan) dan Sumbawa Barat (Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, Poto Tano, Seteluk).
Baca juga : Pencarian Korban Banjir Bandang Ternate Diperpanjang Tiga Hari
"Dampak dari kejadian hari kering berturut-turut dengan indikator hari tanpa hujan dengan potensi waspada, siaga dan awas terjadi di 10 daerah di NTB," terang dia.
Pada dasarian I September 2024 potensi hujan di wilayah NTB sangat rendah. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang (20mm/dasarian) terjadi di sebagian besar wilayah NTB, terutama di bagian timur, masih menunjukkan peluang curah hujan rendah (10%).
"Namun, di pulau Lombok bagian barat, terdapat wilayah dengan peluang curah berkisar antara 30 - 40%," katanya.
Saat ini seluruh wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau, sehingga warga NTB dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak,
efektif dan efisien.
Masyarakat, ujar dia, juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode puncak musim kemarau.
"Masyarakat dapat memanfaatkan penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya guna mengantisipasi kekurangan
air khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan," tukasnya. (Ant/H-3)
BNPB mengungkap bahwa banjir yang melanda Surakarta dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 92S.
Agus mengingatkan pengalaman 2023 ketika banyak tempat pembuangan akhir sampah ikut terbakar dan menimbulkan masalah serius.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan perempuan sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama dalam pembangunan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meningkat.
Rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sedangkan yang rusak berat, diganti dengan pembangunan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved