Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUNKAN kadar gula darah merupakan salah satu tujuan utama bagi individu yang memiliki diabetes atau berisiko terhadap diabetes. Salah satu cara efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui olahraga yang teratur.
Namun kapan waktu yang paling efektif untuk berolahraga guna menurunkan kadar gula darah?
Bagi penderita pradiabetes dan diabetes tipe 2, resistensi insulin dapat mengubah respons tubuh terhadap gula darah. Hal ini menyebabkan sel berhenti merespons insulin, dan glukosa akan tetap berada di luar sel. Akibatnya, gula darah akan tetap tinggi.
Baca juga : Imbangi Asupan Gula dengan Aktivitas Ini
Waktu efektif berolahraga
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 sebaiknya berolahraga di sore hari dibandingkan di pagi hari untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi.
Para peneliti dari Diabetes Center menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang aktif secara fisik baik ringan maupun berat di sore hari mengalami penurunan kadar gula darah yang lebih besar dibandingkan mereka yang paling aktif di waktu lain dalam sehari.
Baca juga : Hati-hati Banyak Konsumsi Gula sejak Kecil Bisa Menyebabkan Penyakit Kronis saat Dewasa
Contoh dari olahraga ringan, yaitu jalan cepat, memotong rumput dengan mesin pemotong rumput, dan bermain bulu tangkis untuk rekreasi. Sedangkan olahraga berat yang dapat dilakukan antara lain mendaki gunung, jogging kecepatan tinggi, bermain basket atau sepak bola, dan bersepeda dengan kecepatan 22 hingga 24 kilometer per jam.
Selain itu, diketahui tidak hanya olahraga di sore hari, namun juga olahraga setelah makan menjadi salah satu waktu terbaik untuk menurunkan kadar gula darah.
Menurut penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology, kadar gula darah mencapai puncaknya dalam waktu 90 menit setelah makan. Sementara penderita diabetes seharusnya menjaga kadar gula darah pada 160 mg/dL dalam waktu dua jam setelah makan.
Baca juga : Angkat Beban Bantu Perbaiki Kondisi Penderita Diabetes
Disisi lain, disarankan sebaiknya mulai berolahraga sekitar 30 menit setelah makan agar bisa mengurangi kadar gula darah.
Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Tidak hanya waktu berolahraga, tetapi juga jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan sangat penting. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
Baca juga : Oahraga Angkat Beban Bantu Perbaiki Kesehatan Penderita Diabetes
1. Jenis Olahraga
Olahraga aerobik seperti berjalan, berlari, atau bersepeda sangat efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Latihan kekuatan juga penting karena dapat membantu membangun otot yang lebih efisien dalam menggunakan glukosa.
2. Durasi dan Intensitas
Disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari dengan intensitas sedang. Namun, penting untuk menyesuaikan intensitas sesuai dengan kondisi kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter.
3. Konsistensi
Konsistensi adalah kunci. Lebih baik berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang daripada berolahraga dengan intensitas tinggi tetapi tidak konsisten.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan memilih waktu yang tepat untuk berolahraga, Anda dapat lebih efektif dalam mengelola kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (P-5)
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved