Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA perlu menambah tenaga dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Indonesia saat ini baru memiliki 46.200 dokter spesialis untuk melayani 277 juta rakyat Indonesia. Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia, (WHO) atau World Health Organization, rasio dokter di suatu negara adalah 1 per 1.000 penduduk, sedangkan
Dengan jumlah tersebut, artinya Indonesia masih memiliki kekurangan sekitar 31.481 dokter spesialis. Di Universitas Hasanuddin sendiri, baru melantik 100 hingga 300 dokter umum, dan 350 hingga 400 dokter spesialis setiap tahunnya. Kendati demikian, menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Haerani Rasyid, jumlah tenaga dokter spesialis memang masih jauh dari cukup.
"Dengan adanya beasiswa, atau bantuan biaya pendidikan program dokter spesialis, maka ini akan membantu peserta didik yang yang ada, dan kami tentu akan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia), dan menyiapkan fasilitas yang bisa mendukung program spesialis tersebut sesuai kebutuhan," jelas Haerani.
Baca juga : RUU Kesehatan Cari Terobosan untuk Penuhi Kebutuhan Dokter
Hal itu dilakukannya, lantaran FK Unhas sendiri, baru saja bekerja sama dengan Primaya Hospital tentang bantuan biaya program pendidikan dokter spesialis, Kamis (1/2), untuk memberi manfaat dalam pengembangan dokter spesialis di Indonesia, yang jumlahnya masih sangat kurang.
"Kerja sama ini, juga dapat membantu pemerataan dan persebaran dokter di Indonesia, khususnya pada kota-kota yang saat ini masih kekurangan dokter dan tenaga medis lainnya serta untuk pengembangan medis dan riset," ungkap Leona A Karnali, CEO Primaya Hospital Group.
Dia menegaskan, jika kerja sama dengan Unhas, selain biaya pendidikan dokter spesialis, tapi juga untuk penelitian. "Ini merupakan salah satu solusi, karena kebuthhan dokter spesialis di indonesia sangat dibutuhkan. Kami berharap bisa cepat pemenuhan dokter spesialis," tegas Leona.
Baca juga : 60 Persen Dokter Spesialis Masih Terkonsentrasi di Pulau Jawa
Karenanya, pihaknya mengu sangat antusias dengan program kerja sama dengan Universitas Hasanuddin itu. Saat ini di Primaya Hospital Group terdapat lebih dari 1.000 dokter spesialis, 230 dokter umum dan lebih dari 2.500 tenaga lainnya.
"Ke depannya para dokter-dokter yang mengikuti program ini akan kami tugaskan di seluruh 16 jaringan rumah sakit Primaya Hospital Group yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia antara lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," pungkas Leona. (Z-8)
Baca juga : RUU Kesehatan Mudahkan Dokter Ambil Pendidikan Spesialis, Benarkah Demikian?
Dr. dr. Ivan Rizal Sini mengulas transformasi pendidikan spesialis Obgin melalui CBME dan hospital-based training untuk tingkatkan kualitas kesehatan ibu.
Saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 70.000 dokter spesialis hingga tahun 2032, dengan distribusi yang belum merata di 25 provinsi.
MENTERI Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa saat ini terdapat gap dokter spesialis sebesar 70 ribu orang selama 10 tahun ke depan.
Kemenkes membuka peluang beasiswa sebanyak 2.000 bagi dokter umum dan spesialis untuk melanjutkan pendidikan, termasuk di luar negeri.
Isu-isu mendasar dalam kesehatan nasional, seperti pemerataan layanan kesehatan, akses obat-obatan, dan peningkatan fasilitas medis, masih jauh dari harapan.
Kemendikbud-Ristek akan membuat Peraturan Menteri terkait dengan pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi menjadi perluasan aturan yang lebih komprehensif.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
FAKTA Indonesia menilai Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Penyakit cacat hukum dan tidak teknis.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan vaksinasi campak dewasa seperti untuk tenaga kesehatan (nakes) butuh studi efikasi dari Badan POM.
Hari Perawat Nasional 17 Maret menjadi momentum refleksi atas peran strategis perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Simposium merupakan perwujudan komitmen PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga Kesehatan.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved