Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMI Televisi Indonesia (ATVI) terus mengembangkan diri seiring proses meningkatkan status menjadi Institut Emtek.
Direktur ATVI, Dr. Melitina Tecoalu menandatangani MoU kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Korea Selatan (Korsel) yaitu Sehan University, Kyungdong University, Jungwon University, dan Mokpo Science University
Penandatangan dilakukan di Kampus Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Bekasi, Jawa Barat. Rabu (20/9) dengan difasilitasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 3.
Baca juga: Mahasiswa Baru ATVI Diajak untuk Kembangkan Diri dan Pantang Menyerah
Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani 10 perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III, 6 perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah X, serta 4 perguruan tinggi dari Korea Selatan membuka peluang kerja sama dalam hal implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kerja sama ini sejalan dengan visi yang diuraikan dalam Permendikbudristek Nomor 210/M/2022, dengan menekankan kepada indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.
Direktur ATVI, Dr. Melitina mengatakan, dengan adanya MoU ini diharapakan mahaiswa ATVI berkesempatan menimba ilmu di dunia internasional khususnya di Korsel.
Baca juga: UP Terima Bantuan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar
“Seperti kita ketahui negara Korsel mendunia melalui entertainment-nya. Sehinggg hal ini related dengan ATVI yang berada di bawah Emtek Group yang juga berkiprah dalam dunia entertainment,” katanya.
Melitina mengatakan, salah satu realisasi dari MoU tersebut, ATVI melakukan program double degree, seperti 3+1, maka mahasiswa ATVI dapat berkuliah 3 tahun di ATVI dan 1 tahun di universitas pilihannya di Korsel. Dengan demikian, saat menuntasan kuliah 4 tahun, lulusan memperoleh dual degree.
Mahasiswa Diminta Tingkatkan Kemampuan Bahasa Asing
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menuturkan, peningkatan kemampuan berbahasa asing diperlukan untuk meningkatkan kualitas kerja.
Saat ini, pekerja dari Indonesia sangat dicari oleh negara-negara asing, dan mereka juga harus menguasai bahasa asing. Selain fasih dalam bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Korea juga sangat diminati.
Baca juga: Rektor Unas: Mahasiswa Baru Perlu Terus Mengasah Kemandirian
Menurut Afriansyah, Korsel sangat tertarik untuk kedatangan pekerja dari Indonesia. Melalui kerja sama antara Indonesia dan Korsel di bidang pendidikan tinggi ini, diharapkan lulusan dapat menguasai bahasa Korea, yang akan meningkatkan daya saing dan kompetensi pekerja Indonesia.
Sedangkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Prof. Toni Toharudin, S.Si, M.Sc, mengatakan,"Kerja sama di bidang pendidikan tinggi memiliki banyak manfaat dan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan."
Baca juga: Kalbis Institute Luluskan 361 Wisudawan Tahun Ini
"Ini dapat memberikan peluang lebih bagi mahasiswa dan kampus. Terutama dalam hubungannya dengan Indikator Kinerja Utama (IKU nomor 6) yang telah ditetapkan, yaitu kemitraan di tingkat program studi," jelas Prof.Toni.
Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Seoul, Gogot Suharwoto menyambut baik kerja sama antara universitas di Indonesia dan Korsel sebagai langkah konkret dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja, baik di Indonesia maupun internasional,
"'ini akan mendukung penguatan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan Indonesia di era Industri 4.0" tuturnya. (RO/S-4)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Event ini akan berlangsung di Harris Hotel Kelapa Gading pada Sabtu 9 Mei 2026 dan Doubletree By Hilton Bintaro Xchange Mall pada Minggu, 10 Mei 2026.
Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved