Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menciptakan narasi negatif terhadap galon kemasan guna ulang yang dilakukan oleh beberapa pihak dibantah oleh dokter spesialis kandungan. Praktisi kesehatan yang khusus membidangi kandungan dan kebidanan memastikan bahwa air minum kemasan galon isi ulang tidak membahayakan kesehatan janin. Justru, air galon isi ulang ini sangat baik untuk perkembangan kesehatan janin karena mengandung mineral-mineral yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin tersebut.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Kebidanan dan Kandungan, dr. H. Muh. Natsir Nugroho, Sp.OG, M.Kes, mengatakan janin dalam rahim ibu hamil membutuhkan makanan yang seimbang, baik protein, karbohidrat, dan lemaknya agar perkembangannya menjadi sehat. Dari minumnya, juga harus terjaga betul. "Kalau mau minum jangan minuman mentah tetapi minum air yang sudah matang. Air yang terlalu tinggi iodiumnya juga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena bisa mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/8).
Dia mengatakan air minum yang paling aman untuk kesehatan janin ialah air minum dalam kemasan. Hal itu disebabkan air mineral kemasan sudah dikontrol oleh laboratorium pabrik dan laboratorium kesehatan. "Jadi, yang mengatakan air minum kemasan galon isi ulang itu membahayakan kesehatan itu tidak benar sama sekali. Sejauh ini, belum ada kasus yang terjadi di masyarakat yang membenarkan hal itu. Itu cuma mitos saja," ucapnya.
Baca juga: Inilah 11 Manfaat Asi Buat Tumbuh Kembang Anak dan Ibu
Selain faktor makanan dan minuman, yang bisa memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan ialah lingkungan yang tidak membuat ibunya menjadi stres. Kemudian juga faktor kesehatan ibu hamil. Dokter Natsir mencontohkan seorang ibu penderita diabetes. Menurutnya, kalau ibunya tidak menjaga gizi makanan seimbang, dari dalam kandungan bayi sudah bisa mengalami obesitas. "Bayi yang dilahirkan beratnya bisa mencapai 6 kilogram atau 6,5 kilogram," tuturnya.
Dokter spesialis kandungan lain, dr. M. Alamsyah Aziz SPOG, M.Kes, KIC, mengatakan sampai saat ini dirinya tidak pernah menemukan gangguan terhadap janin karena ibunya meminum air kemasan galon isi ulang. Karenanya, dia meminta para ibu hamil agar tidak khawatir menggunakan kemasan galon guna ulang. "Sampai saat ini saya tidak pernah menemukan terkait hal tersebut. Jadi, ibu-ibu hamil jangan khawatir untuk menggunakannya," ujarnya.
Baca juga: Lemak Dipastikan Penting untuk Perkembangan Otak Anak
Hal senada disampaikan dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS. Ia mengatakan bahwa hingga kini belum ada satu penelitian yang membuktikan bahaya penggunaan air minum galon isi ulang oleh ibu hamil. Menurutnya, isu itu hanya dugaan-dugaan. "Itu belum ada penelitiannya. Itu dugaan-dugaan saja," katanya.
Praktisi kesehatan lain, dr. Dyah Novita Anggraini, bahkan mengatakan bahwa air mineral galon isi ulang itu justru memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hal itu disebabkan air ini telah dilengkapi dengan kandungan mineral dan senyawa alami lain. Soalnya, tidak semua sumber air dapat menghasilkan air mineral seperti air galon isi ulang. Air seperti itu hanya bisa didapatkan dari sumber air yang terletak di daerah yang kaya mineral seperti magnesium, kalsium, natrium, dan selenium. "Berkat kandungan inilah air mineral memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh," ujar dokter Vita, sapaan akrabnya.
Untuk ibu hamil, menurut dokter Vita, air mineral sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janinnya. Hal itu karena kandungan kalsium dalam air mineral bisa mendukung pertumbuhan tulang janin. Selain itu, kandungan magnesium yang ada dalam air galon isi ulang juga bisa mencegah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol pada ibu hamil yang bisa menimbulkan gangguan kelahiran prematur. "Jadi, sampai saat ini belum ditemukan jika air mineral itu berbahaya untuk ibu hamil. Malah yang ada itu, air mineral ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan menyusui," ujarnya.
Terkait BPA, pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Zainal Abidin, mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan BPA sebagai zat kimia dan BPA sebagai bahan pembantu dalam pembuatan kemasan galon isi ulang. Dia mengatakan bahwa BPA sebagai zat kimia berbeda pengertian dengan BPA yang sudah membentuk kemasan. Menurutnya, banyak masyarakat yang salah mengartikannya.
Dia melihat beberapa pihak sering hanya melihat dari sisi BPA yang disebutkan berbahaya bagi kesehatan tanpa memahami bahan bentukannya pada kemasan pangan yang menjadi aman jika digunakan. Dia menjelaskan BPA itu digunakan dalam proses pembuatan plastik berbahan polycarbonate (PC).
Jangankan BPA, garam dapur saja, menurut Zainal, terbentuk dari zat-zat kimia berbahaya yaitu Natrium dan Klorida. Dia mengatakan zat natrium berbahaya bahkan bisa jadi peledak. Begitu juga dengan klor sama berbahayanya dan bahkan bisa menyebabkan kematian bagi orang yang menghirupnya. "Namun, apakah manusia menjadi mati atau berpenyakit saat menggunakan garam dapur? Kan tidak. Apalagi kita hampir setiap hari menggunakannya," ujarnya. (Z-2)
Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menyatakan tren penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) selama bulan Ramadhan hingga libur Lebaran 2026 meningkat.
Peneliti menemukan botol air minum kemasan mengandung jauh lebih banyak partikel nanoplastik dibandingkan air keran olahan.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri AMDK nasional.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
ISU mengenai kejelasan komunikasi merek air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua, yang berawal dari perdebatan di Komisi VI DPR RI, kini telah menarik perhatian para pakar komunikasi.
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Apakah hubungan intim saat hamil bisa menyebabkan pendarahan? Temukan penyebab medis, kapan harus waspada, dan tips aman berhubungan saat masa kehamilan.
Kenali penyebab pendarahan saat hamil di tiap trimester, mulai dari implantasi hingga plasenta previa, serta langkah pertolongan pertama yang tepat.
Kenali tanda bahaya kehamilan dari trimester 1 hingga pasca persalinan untuk mencegah kematian ibu. Simak panduan lengkap dan langkah preventif medis di sini.
Dosen FKG IPB University dr Ganot Sumulyo, SpOG ingatkan pentingnya deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan pemeriksaan rutin untuk cegah kegawatdaruratan.
Kurang tidur saat hamil memicu gangguan metabolisme dalam tubuh ibu. Kondisi ini berkaitan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes gestasional.
Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved