Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis dewasa Tiara Puspita mengingatkan keterampilan yang dimiliki seorang karyawan, terutama keterampilan nonteknis (soft skill), perlu senantiasa dikembangkan seiring dengan naiknya jenjang karier.
Pengembangan keterampilan tersebut harus tetap dilakukan terlepas dari seseorang sudah bekerja selama bertahun-tahun dan merasa sudah menjadi orang yang ahli di bidangnya (expert).
"Walaupun seseorang sudah expert, tapi biasanya, apalagi kalau kita ngomongin soal karier-ada jenjang karier yang semakin lama semakin tinggi-dan kebutuhannya pun (keterampilan non-teknis) bisa berbeda," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu saat dihubungi, Senin (1/5).
Baca juga: Profesi Bidang IT Terkait Cybersecurity Diburu Perusahaan
Ketika jenjang karier semakin tinggi, kata Tiara, keterampilan nonteknis yang dibutuhkan justru semakin general atau bersifat lebih luas di samping penguasaan terhadap keterampilan teknis (hard skill) tertentu.
"Artinya, seseorang harus bisa menguasai tidak hanya area spesifik tertentu saja yang dia kuasai tetapi cara dia mengelola bawahan, atau mengelola tim, bagaimana dia memimpin sebuah tim, bagaimana dia berkomunikasi, dan sebagainya," kata dia.
Tiara juga mengingatkan keseimbangan antara keterampilan nonteknis dan keterampilan teknis harus disesuaikan dengan posisi terkini pada karyawan.
Baca juga: Pengertian Growth Mindset, Manfaat dan Penerapannya
Selain itu, jangan sampai seorang karyawan memandang keterampilan tersebut sebagai sesuatu yang ajek sehingga menyebabkan dirinya tidak berkembang.
"Kita mesti melihat posisi kita saat ini di mana. Kebutuhan kita saat ini apa. Dan tidak melihat itu menjadi suatu kebutuhan yang permanen, tetapi sesuatu yang dapat terus berubah seiring dengan berkembangnya karier kita," kata psikolog yang berpraktik di International Wellbeing Center itu.
Keterampilan nonteknis sendiri dibutuhkan untuk membantu seseorang meningkatkan kapasitas diri dan performa kerja.
Keterampilan ini juga dapat mencakup kemampuan karyawan mengelola atau meregulasi emosi, kemampuan berkomunikasi dengan atasan atau lingkungan kerja, kemampuan untuk bekerja dalam tim, hingga kemampuan menyelesaikan masalah atau menganalisa masalah.
Sementara keterampilan teknis terkait dengan kemampuan dasar karyawan yang secara spesifik pada bidang tertentu yang bisa dipelajari dan ditingkatkan melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Tiara juga mengingatkan pentingnya karyawan mengidentifikasi diri secara spesifik terhadap keterampilan non-teknis dan teknis yang dibutuhkan saat ini untuk mendukung jenjang karier. Dengan begitu, diharapkan karyawan dapat terus mengasah dan meningkatkan kedua keterampilan tersebut.
"Kita juga perlu spesifikasikan apa, sih, sebetulnya. Selama ini performa kita di area hard skill seperti apa, soft skill seperti apa, dan kira-kira apa yang sudah baik dan bisa kita tingkatkan. Atau misalnya masih kurang, apa yang perlu kita asah, nih, dari
kedua area tersebut," pungkas Tiara. (Ant/Z-1)
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Muhammad Suryo sempat mengalami kecelakaan kritis di Kulon Progo pada Minggu (1/3). Meski ia berhasil selamat, sang istri, Anis Syarifah, meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.
Para peserta mudik ini merupakan bagian dari sekitar 1.200 karyawan yang bekerja di bawah Wong Hang Group.
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved