Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN manajemen batas saat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) disebut bisa memberikan ketenangan jiwa bagi seseorang. Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Sali Rahadi Asih.
"Ada yang namanya segregated yakni sangat dipisahkan. Dia membuat ruang-ruang sendiri sebagai boundary dia bekerja, ada tempat khusus untuk kerja, punya jam-jam kapan kerja," ujar Sali dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-2 Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI), yang digelar daring, Sabtu (13/8).
Menurut Sali, temuan penelitian menunjukkan penerapan batas ini membuat seseorang lebih memiliki kontrol terhadap dirinya, membuat diri lebih siap dan kesejahteraannya lebih baik ketimbang mereka yang mencampur adukan pekerjaan dan personal.
Batasan yang diterapkan seseorang terkait pekerjaan bahkan termasuk waktu dia bisa dihubungi. Inilah yang juga membuat dirinya lebih tenang dalam bekerja sekalipun dari rumah.
Baca juga: Kebijakan WFH bagi ASN bukan Libur Tambahan
Penerapan manajemen batas atau boundary management intinya memisahkan antara kehidupan personal dan profesional. Studi menunjukkan, ini dapat membantu melindungi kesehatan mental dan mencegah kelelahan.
Psikolog industri di Cooper Strategic Group in Boca Raton, Florida, Amy Cooper Hakim, memberikan kiat agar seseorang dapat menerapkan batasan secara tepat, yakni mengatur jam kerja dan nonkerja serta putuskan hubungan dengan pekerjaan di luar jam kerja.
Selain itu, dia merekomendasikan orang-orang menggunakan fitur balasan otomatis untuk email dan aplikasi obrolan lainnya yang memungkinkan kolega dan klien mereka mengetahui jam kerja dan istirahat, sehingga akan tahu kapan harus menghubungi.
Kemudian, khusus mereka yang bekerja dari rumah, sebaiknya tentukan ruang terpisah di rumah untuk bekerja, berpakaian kerja, lakukan rutinitas sebelum dan sesudah bekerja seperti berjalan-jalan, berolahraga atau berlatih, serta jauhi email kantor pada hari libur atau melakukan tugas terkait pekerjaan.(Ant/OL-5)
Penelitian terbaru mengungkap sensasi "mistis" di gedung tua sering kali disebabkan oleh infrasonik dari pipa dan ketel uap, bukan makhluk halus.
Studi terbaru mengungkap ingatan manusia tidak akurat dalam melacak konsumsi alkohol. Simak mengapa catatan harian lebih efektif dibanding kuesioner medis biasa.
DI tengah tuntutan efisiensi dan produktivitas, perusahaan semakin mengandalkan pendekatan berbasis data dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved