Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLABORASI perguruan tinggi dan media massa memudahkan masyarakat menyerap bermacam informasi dari lembaga pendidikan. Terlebih bila menyangkut hasil-hasil penelitian, diharapkan para peneliti bisa menuliskannya dalam bahasa yang dipahami masyarakat.
"Kawan-kawan peneliti sudah jago kalau menulis untuk jurnal ilmiah. Jadi ini merupakan tantangan bagi kawan-kawan untuk menggali ilmu tentang penulisan artikel populer agar hasil-hasil penelitian tersebut bisa dibaca masyarakat," ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITB Dr Ir Yuli Setyo Indartono, saat membuka pelatihan penulisan artikel populer dan opini melalui zoom di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/8).

Pelatihan yang merupakan kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Harian Media Indonesia tersebut, diikuti 30 dosen dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi penulisan dari jurnalis Media Indonesia Iis Zatnika dan Eko Suprihatno selama dua hari kegiatan. Peserta mendapat paparan bagaimana membuat sebuah tulisan yang bisa diterima khalayak umum. Selepas itu mereka diwajibkan menulis sebuah artikel untuk kemudian dibedah bersama-sama. Pemateri akan membantu mengarahkan para peserta membuat kalimat efektif dan diksi yang mudah dipahami.
Dialog interaktif selama pelatihan terjalin apik. Banyak pertanyaan diajukan peserta yang ingin mengetahui pola penulisan yang bisa dipahami khalayak.
"Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan kawan-kawan peneliti dan dosen. Ini meningkatkan semangat kami. Hal itu karena bisa mentransformasikan bahan-bahan yang ruwet ke bentuk tulisan yang dipahami masyarakat," ungkap Nurlaela Arief, dosen School of Business and Management (SBM) ITB.
Menurut praktisi kehumasan ini, menerjemahkan bahasa penelitian bukan perkara mudah. Pemilihan sudut pandang dalam tulisan pun memegang peran penting agar masyarakat tertarik membaca. "Ternyata masih banyak yang harus kami pelajari dalam hal tulis menulis ini," ujar Lala, sapaan akrab Nurlaela Arief. (RO/O-2)
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
Pengesahan UU PPRT menandai sebuah titik balik. Ia bukan sekadar produk legislasi tetapi koreksi atas cara pandang tentang kerja domestik sebagai sesuatu yang “di luar” perhatian negara.
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Pahit getir pembentukan negara tidak bisa dilepaskan pula dari derita luka dan sengsaranya rakyat. Nyawa rakyat lebih banyak musnah dibandingkan nyawa elite selama berjuang.
Empat langkah krusial tetap dibutuhkan agar kebijakan tidak berhenti sebagai respons sesaat.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved