Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana meminta agar berbagai pihak penyelenggara haji bekerja sama untuk memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga. Mengingat di fase critical period banyak jemaah lansia dan komorbid tumbang saat melaksanakan lontar jumrah karena kelelahan.
“Kita terutama mengharapkan kerja sama semua pihak, dari para KBIH, Ketua Kloter, Ketua Regu dan teman-teman PPIH di lapangan agar terus mengedukasi jemaahnya untuk tidak berlebihan, lempar jumrah bagi jemaah lansia dan memiliki komorbid untuk dibadalkan saja,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (10/7).
Menurut Budi, faktor kelelahan disinyalir menjadi pemicu pada jemaah lansia dan memiliki komorbid, terutama yang memiliki penyakit jantung. Dengan dilaksanakannya badal lontar, kesehatan jemaah akan tetap terjaga khususnya di fase Armuzna.
“Dari kemarin sampai hari ini saja ada 6 jemaah kita yang meninggal disebabkan kelelahan dan dehidrasi yang menyebabkan penyakit jantung lebih berat,” ungkap Budi.
Mayoritas jemaah haji sakit yang mendapatkan perawatan di Pos Kesehatan Mina juga didominasi oleh faktor kelelahan dan dehidrasi.
“Hari ini saja ada 62 jemaah yang dirawat,” ucapnya.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Lontar Jumrah Aqabah
Selain meminta kerja sama dari berbagai pihak, Budi akan memperkuat pelayanan kesehatan di sepanjang jalur jamarat. Selain adanya Pos Kesehatan Mina dan 8 Pos kesehatan satelit di jalur atas dan bawah jalur jamarat, juga akan dilakukan penambahan penugasan personel Emergency Medical Team (EMT).
Sebanyak 20 orang tim EMT mobile yang terbagi dalam lima tim akan bertugas dan terus bergerak di sepanjang terowongan mina. Tim akan dibekali dengan kursi roda, air, oralit dan perlengkapan untuk kegawatdaruratan lainnya.
“Malam ini tim langsung bekerja sampai fase lontar jumrah berakhir, untuk menolong jemaah yang kelelahan di tengah perjalanan jamarat," pungkasnya.(OL-5)
Kemenkes imbau jemaah haji 2026 dengan komorbiditas rutin olahraga dan minum obat tepat waktu jelang keberangkatan perdana 22 April 2026.
Kemenkes mengingatkan calon haji dengan komorbid agar disiplin minum obat, rutin olahraga, dan menjaga pola makan demi menekan risiko saat ibadah haji di Tanah Suci.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat apabila terinfeksi influenza, khususnya influenza tipe A
Calon haji yang sudah rutin minum obat yang diresepkan dokter agar tetap menjaga untuk selalu minum agar penyakitnya senantiasa dalam kondisi terkendali.
Penderita penyakit komorbid disarankan sebelum menjalankan puasa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved