Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap adanya kolaborasi antar peneliti untuk mendukung kemajuan iptek di Indonesia. Dileburnya seluruh badan riset menjadi satu lembaga terpadu, yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diyakini merupakan solusi atas berbagai masalah dalam dunia riset dan inovasi di Indonesia.
“Kita coba memetakan kembali supaya tidak terjadi apa yang disinyalir justru menimbulkan kemunduran dan disintegrasi tenaga riset. Tujuan utama BRIN untuk menghindari disintegrasi yang mengarah pada minimnya persaingan,” kata Ma’ruf saat audiensi virtual dengan Masyarakat Pemajuan Iptek dan Inovasi Nasional, Kamis (17/3).
Baca: Kepala BRIN: Tenaga Nuklir Sebagai Salah Satu Alternatif Utama Solusi EBT
Ma’ruf menyebutkan, sebelum BRIN dibentuk, sistem penelitian terpisah-pisah di sejumlah kementerian atau lembaga. Akibatnya, output penelitian hanya bersifat selingkungan atau spesifik pada kementerian atau lembaga yang menaungi unit riset tersebut
Menurutnya, ketidakpaduan sejumlah lembaga riset akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan inovasi di Indonesia, karena minim kontribusi dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas kinerja. “Output penelitian hanya bersifat spesifik pada kementerian atau lembaga yang menaungi unit riset tersebut. Padahal kita butuh terobosan untuk meningkatkan kualitas kinerja pemerintah secara keseluruhan di berbagai aspek,” jelasnya.
Baca juga: Teknologi Digital Pendidikan Indonesia sebagai Praktik Baik pada G20
Staf Khusus Wakil Presiden Mohammad Nasir menambahkan, beberapa kendala yang ditemui peneliti dalam berbagai penelitian dan inovasi di Indonesia, dapat dicari solusinya', di antaranya melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait agar dapat menaungi para peneliti untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa. "Duduk bareng antara BRIN, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi serta para peneliti dengan punya pengalaman lama untuk membuat suatu roadmap riset yang ada di Indonesia sesuai bidang keahliannya masing-masing. Sebagai contoh, ada di LAPAN yang ahli dalam rekayasa bidang antariksa, di BATAN yang ahli rekayasa di bidang ketenaganukliran. Bila keduanya dapat diintegrasikan dengan baik, ini akan menjadi produktivitas inovasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik,” kata Nasir.
Sebelumnya, Eks Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyampaikan beberapa masukan terhadap kemajuan pengembangan inovasi, khususnya pengembangan Vaksin Merah-Putih yang saat ini masih dilakukan. “Pertama, kami diberikan kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugas kami. Kemudian penggunaan berbagai peralatan yang saat ini sudah ada, dapat dipertahankan. Kami juga diperkenankan untuk bekerja sama dengan institusi dalam maupun luar negeri, karena keberhasilan tugas-tugas kami tidak lepas dari pengembangan jaringan di dalam maupun luar negeri,” ujarnya. (P-3)
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
ASOSIASI Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak.
Riset terbaru mengungkap 74,6% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk cari produk. Simak fenomena Silver Surfer Paradox dan dampaknya bagi bisnis.
BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved