Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 sampai tingkat kabupaten/kota, Indonesia mampu menurunkan 2,27% prevalensi stunting dalam tiga tahun terakhir.
"Kita patut bersyukur bahwa di tengah pandemi covid-19, kita masih dapat menurunkan angka stunting. Namun, tentu angka penurunan ini belum cukup," ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam pemaparan virtual, Kamis (17/3).
"Kita perlu mengencangkan dan memperluas jangkauan program dan kegiatan strategis. Untuk mempercepat penurunan stunting hingga 3,4% per tahun menuju 14% di 2024," imbuhnya.
Baca juga: Stunting Ancam Bonus Demografi 2045
Perbandingan hasil SSGBI 2019 dan SSGI 2021 juga menggambarkan keberhasilan luar biasa dari beberapa kabupaten/kota. Dalam hal ini, untuk menekan angka stunting selama 3 tahun terakhir. Misalnya, Kabupaten Probolinggo mampu menurunkan angka stunting sebesar 31,5%.
Lalu, Kabupaten Nias sebesar 24,1% dan Kota Pagar Alam sebesar 23,7%. Namun sebaliknya, terdapat beberapa kabupaten/kota yang justru mengalami tren peningkatan stunting. Seperti, Bolaang Mongondow Selatan pada angka 24,2% dan Kabupaten Toli- Toli sebesar 16,2%.
Baca juga: Menteri PPPA : Perkawinan Anak Ancam Masa Depan Anak
"Untuk itu, kita perlu merekam praktik baik yang telah dilakukan oleh kabupaten/kota dengan kisah suksesnya. Untuk dapat kiranya direplikasi di daerah lain," jelas Hasto.
Pihaknya menyadari nuansa kebingungan di daerah menyikapi prevalensi stunting hasil SSGI 2021 dan elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM). Namun, kedua angka tersebut dihasilkan dari perhitungan dengan tujuan yang berbeda.
Prevalensi stunting yang dikeluarkan dari SSGI merupakan data makro, yang diperoleh berdasarkan survei berbasis blok sensus sebagai ukuran yang disandingkan dengan negara lain. Sedangkan, E-PPGBM berdasarkan surveilans rutin yang dilakukan kader dan tenaga kesehatan puskesmas untuk intervensi layanan.(OL-11)

Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Pakar IPB University ingatkan bahaya konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebih pada anak, mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Dr. dr. Tan Shot Yen mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan, mengontrol penyakit kronis, dan mengatur pola makan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved