Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, mengungkapkan pusat riset teknologi satelit tengah fokus mengembangkan satelit Lapan A-4. Satelit Lapan A-4 dapat memantau bumi baik sumber daya alam maupun kondisi lingkungan hingga analisis bencana dan pencurian ikan.
“Akhir tahun ini kami rencananya akan meluncurkan satelit Lapan A-4,” kata Heru dikutip dari laman BRIN, Senin, (14/3).
Sementara itu, pusat riset teknologi penerbangan tengah mengembangkan pesawat N219A bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia. Pengembangan diarahkan pada platform amfibi. Pesawat N219 amfibi ini sangat diperlukan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Baca juga: Wapres: Dunia bakal Hadapi Kelangkaan Air Bersih
Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
“Kita kan negara maritim. Kita harus punya solusi untuk transportasi yang bisa masuk ke kepulauan-kepulauan yang tidak ada bandaranya. Jadi, salah satunya adalah membuat pesawat penumpang tersebut jadi amfibi,” tutur Heru.
Haru menuturkan pusat riset penginderaan jauh akan terus mengembangkan metodologi-metodologi dari teknologi penginderaan. Teknologi penginderaan jauh telah dimanfaatkan, di antaranya untuk zona potensi penangkapan ikan, deteksi pencemaran laut, seperti tumpahan minyak dan lainnya.
“Ke depannya kami akan mengupayakan supaya lebih banyak data dan lebih banyak output yang bisa jadi solusi untuk masalah-masalah di Indonesia dari penginderaan jauh,” tutur dia.
Adapun pusat riset antariksa berfokus pada pengamatan matahari. Heru menjelaskan banyak fenomena dari pengamatan matahari yang bisa berdampak di bumi, seperti kondisi ionosfer.
“Ionosfer itu adalah lapisan paling tinggi dari atmosfer kita yang jenis atmosfernya itu terionisasi, jadi ada polaritas. Kondisi di sana akan memengaruhi transmisi radio, satelit navigasi, dan satelit komunikasi”, ujar dia.
Pengembangan teknologi roket juga terus dilaksanakan oleh pusat riset Teknologi Roket. Khususnya, berfokus pada roket pertahanan.
“Yang membuat roket pertahanan itu industri pertahanan, tapi dari sisi pusat riset, kami ditugasi untuk membantu dengan pengetahuan (core knowledge) yang kami miliki,” ujar Heru.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melantik dan mengambil sumpah jabatan 10 kepala organisasi riset. Organisasi riset pusat antariksa BRIN terdiri dari lima pusat riset, yaitu teknologi satelit, teknologi penerbangan, penginderaan jauh, antariksa, dan teknologi roket. (H-3)
Target utama BRIN adalah menghasilkan periset yang karyanya mampu membawa perubahan nyata dan diakui secara global.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
UNESCO memberikan dukungan agar inovasi ini dijadikan lembaga yg profesional dan mampu menjalankan layanan sertifikasi dan publikasi setiap karya dari para anggotanya.
Penghargaan diberikan kepada dosen yang secara mandiri maupun tim memperoleh hibah penelitian internal atau eksternal, hak paten atau kekayaan intelektual.
Skema-skema pendanaan ini terbuka untuk berbagai disiplin ilmu dan sektor, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi hasil inovasi.
ATSIRI Research Center (ARC) meraih Juara 1 di ajang Global Innovation Awards 2024 yang dilaksanakan oleh GIMI (Global Innovation Management Institute) di Barcelona, Spanyol.
Kepala Operasi Ruang Angkasa AS, Jenderal Chance Saltzman, mengeklaim Space Force bukan lagi sekadar teori, melainkan kekuatan tempur yang kredibel di medan perang Iran.
Ajang teknologi tahunan Mobile World Congress 2026, yang digelar di Barcelona, menunjukkan perubahan besar dalam arah industri telekomunikasi global.
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved