Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengatakan lebih kurang 60% sumbangan yang diperoleh berasal dari para milenial.
Arifin, dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Jumat (2/7), mengatakan sumbangan yang Baznas peroleh saat ini lebih kurang 60% sumbangan yang diperoleh berasal dari milenial dan 31,9% dilakukan lewat digital.
"Artinya optimisme ini luar biasa. Dari kecil sudah memikirkan sesama. Saya rasa tugas kami mendorong zakat untuk mengajak orang menjadi
orang baik," ujar dia.
Baca juga: Kemenag Ubah Asrama Haji menjadi RS Darurat Covid-19
Ia mengaku bangga karena anak-anak muda bergerak menjadi orang yang baik. Ketika gerakan zakat tumbuh, optimisme masa depan Indonesia akan
bertambah baik muncul.
Arifin mengatakan walau pertumbuhan ekonomi Indonesia minus pada 2020 lalu, dalam catatan Baznas, kedermawanan masih meningkat 25%. Donasi korporasi memang berkurang, tetapi orang per orang meski mengalami sedikit penurunan tetapi tetap naik.
"Kami melakukan survei kecil-kecilan kenapa bisa naik. Ternyata ada yang tidak terdampak dari pandemi. Ini luar biasa. Atau ada yang terdampak tetapi tetap bersedekah dan mereka bilang bersedekah untuk menolak bala dan sebagainya," katanya.
Dengan bersedekah, orang bisa merasa tenang dan mencari jalan keluar dari kondisi tidak menentu karena pandemi covid-19 saat ini. Banyak testimoni dari yang bersedekah bahwa mereka, para penderma, mendapat keberkahan dan cerita baik, ujar Arifin.
Dalam kondisi sekarang ini, termasuk menjelang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat Jawa dan Bali, menurut dia, penerima sumbangan dan bangsa ini harus merasa bahwa kedermawanan masyarakat Indonesia membawa manfaat sangat besar.
Laporan tahun World Giving Index 2021, yang dipublikasi the Charities Aid Foundation, kembali mengumumkan Indonesia di urutan pertama negara dengan masyarakat paling dermawan seharusnya membuka optimisme bahwa masyarakat bisa saling membantu menyelesaikan kesulitan sendiri.
Contoh zakat disalurkan pada mereka keluarga miskin yang meningkatkan daya beli mereka yang semua juga akan bermuara pada pergerakan ekonomi.
"Saya kira pemerintah sudah memberikan apresiasi pada filantropi, tetapi memang mereka belum menempatkan filantropi sebagai mainstreaming pembangunan bangsa. Beda dengan negara lain yang sudah menempatkan community base untuk mengalang pembangunan," ujar dia. (Ant/OL-1)
Program Beasiswa Cendekia Baznas merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Baznas disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Selain santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, Baznas juga memberikan bantuan kepada korban terdampak lainnya.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Baznas melalui tim Rumah Sehat Baznas bergerak cepat merespons kecelakaan kereta Bekasi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Senin malam (27/4).
Dengan dukungan Baznas, kini Lestari secara konsisten meraup pendapatan Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bahkan melonjak Rp10 juta pada periode Lebaran.
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, bersama Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses panen raya, dengan potensi hasil mencapai 400 ton jagung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved