Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK perguruan tinggi mengatakan butuh naskah akademis tentang peta jalan pendidikan yang kini tengah digodok oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Karena itu, diharapkan terjadi dialog konstruktif mengingat peta jalan pendidikan didesain hingga untuk 2035.
Dekan Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Poncojari Wahyono, mengaku pihaknya baru menerima rancangan peta jalan pendidikan dalam bentuk powerpoint (PPT). “Yang kami terima masih berupa PPT. Harusnya ada naskah akademik (NA) itu akan lebih bagus,” ujar Ponco dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi X DPR RI, kemarin.
Dari peta jalan yang dia terima itu, ada yang sedikit mengganjal. Pembuatan peta jalan pendidikan Indonesia malah menyingkirkan nilai historis bangsa. Bahkan peta jalan pendidikan lebih berfokus pada tren global. Hal ini amat disayangkan karena ada indikasi belum ada kajian yang komprehensif dari pembuatan peta jalan pendidikan. “Padahal, asas historis, sejarah, dan kebudayaan ialah pembentukan watak dan peradaban bangsa, itu harusnya dimunculkan, tetapi di sistem belum muncul,” ungkap Ponco.
Jika budaya sendiri tidak kuat, hasil pendidikan Indonesia akan sangat lemah dalam menyerap nilai-nilai kebangsaan. Kecintaannya pada negara juga diperkirakan luntur. “Bisa luntur cintanya pada budaya dan kebinekaan. Ini bekebudayaan perlu dikembangkan karena ini juga untuk SDM yang unggul,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat pendidikan Indra Charismiadji dari Vox Populi Institute Indonesia berharap Kemendikbud dapat membuat peta jalan pendidikan seaplikatif mungkin. Artinya, penyusunan peta jalan pendidikan harus jelas pula dirancang mulai dari mana, pendidikan akan dibawa ke mana, dan berapa besar anggaran yang dibutuhkan.
“Kita bicara data sudah lengkap Kemendikbud itu. Data sudah ada semua, kita tahu kompetensi guru, sekolah yang rusak, itu semua jumlahnya ada semua,” sambung dia.(Medcom.id/H-1)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved