Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Baru-baru ini seseorang yang diduga sebagai penggemar fanatik Via Vallen dilaporkan membakar mobil milik sang idola yang terpakir di depan rumahnya.
Psikolog Intan Erlita mengatakan sikap fanatisme berlebihan yang ditunjukkan oleh para penggemar atau fans terhadap idolanya ternyata bisa dikategorikan sebagai gangguan psikologis.
Apalagi menurut dia, jika sikap berlebihan dari para fans itu sampai menyebabkan celaka atau hal buruk bagi sang idola.
"Ya kalau sudah mengganggu atau bahkan sudah menimbulkan kecelakaan itu sudah ada yang namanya gangguan. Tapi gangguannya apa perlu ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Intan, Kamis (2/7).
Pendiri firma pelatihan profesional Hijrah Coach itu menjelaskan bahwa sikap fanatisme berlebihan fans bisa terjadi karena rasa memiliki yang terlampau besar sehingga apabila sang idola tidak memberikan respon sesuai yang diharapkan dapat menimbulkan rasa marah, cemburu, hingga dendam.
Lebih lanjut, menurut Intan biasanya sikap fanatisme berlebihan seorang fans kepada idolanya dapat timbul dari hal-hal yang kecil hingga dapat berkembang menjadi hal yang besar.
"Pasti gangguannya enggak langsung besar, tapi dari kecil dulu kayak DM setiap hari itu kan udah mengganggu. Terus enggak dihiraukan jadi nambah sampai mengintai. Nah itu kan makin lama makin naik perilakunya yang akhirnya mengganggu si artis atau idolanya," ujar dia.
Jika sudah seperti itu, menurut Intan, seseorang bisa bertindak jauh lebih nekat. Dia mencontohkan dalam beberapa kasus antara fans dan idola bisa sampai berujung kematian.
"Jadi yang terjadi seperti itu ketika seseorang berlebihan untuk menyukai seseorang. Beberapa kasus bahkan sampai ada yang ditembak gitu kan. Memang karena rasa memilikinya besar, tapi dia tidak bisa memiliki, ya mending dia mati aja biar enggak ada siapapun yang memiliki dia. Jadi udah enggak rasional pemikirannya," kata intan yang pernah populer sebagai presenter acara olahraga itu.
Intan mengatakan menggemari sosok atau artis bukan tindakan yang salah. Namun hal itu menjadi masalah jika sudah terlampau berlebihan dan tidak rasional dalam memperlakukan sang idola.
"Kalau hanya sekedar suka atau mengagumi boleh. Bahkan ada beberapa fans yang punya komunitas untuk support si artisnya dan ikutin yang positif dari artisnya. Itu enggak apa-apa," ungkap Intan Erlita.
"Tapi yang jadi masalah ketika itu menjadi sesuatu yang berlebihan. Artis itu kan juga manusia ya, dia juga pengin punya rasa aman, nyaman, dan tenang dalam hidupnya," kata dia.
Jika tindakan fans sudah terlampau berlebihan, Intan mengatakan bahwa tindakan tegas perlu diambil oleh sang artis untuk mengatasi hal tersebut.
"Mungkin sudah mulai bisa menghubungi pihak kepolisian karena sudah ada rasa ketidaknyamanan, kan itu boleh untuk melaporkan walaupun tidak langsung dibawa ke ranah hukum," kata Intan. (OL-12)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved