Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga ekonomi terutama mereka yang masuk kategori miskin dan rentan miskin. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan sampai Mei 2020 ada sekitar 15 juta pekerja dirumahkan.
Akibatnya banyak pekerja baik dari sektor formal atau informal yang sekarang ini mengontrak tak bisa membayar uang sewa kontrakan/kos. Mereka dibayangi ancaman tak punya tempat lagi untuk tinggal.
Seperti yang dialam Muhsin, 70, yang tinggal di Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Sehari-hari biasanya Muhsin berjualan martabak mini di kaki lima di sekitar Univesitas Bina Nusantara (Binus).
“Tapi sudah beberapa bulan ini saya tidak bisa berjualan. Kampus diliburkan, semua belajar dari rumah sehingga tidak ada pembeli. Biasanya pembeli adalah warga kampus. Selain itu, kami juga tidak boleh berjualan,” katanya.
Kondisi ini makin berat karena Muhsin sering sakit. Beliau bahkan harus kontrol ke tiga dokter spesialis, yaitu paru-paru, penyakit dalam, dan mata saat sebelum pandemi. Sekarang ia pun tidak bisa memeriksa kesehatannya dan hanya bisa membeli obat di apotek.
“Terus terang saya kesulitan untuk membayar kontrakan tiap bulan karena penghasilan sudah tidak ada. Kalau makan, ya alhamdulillah masih bisa diusahakan. Kalau kontrakan telat bayar nanti saya dan keluarga mau tinggal di mana?” katanya.
Baca juga : Kampus Unas Bersatu Melawan Pandemik Covid-19
Cerita serupa juga dialami Nuridin, 48 yang sehari-hari Nbekerja sebagai supir bajaj di bilangan Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat. “
Yah, sekarang dapat Rp20 ribu sehari saja sudah syukur. Seringnya malah gak dapat apa-apa. Buat keluar kan butuh bensin, itu saja mikir uang dari mana. Tapi, kalau gak keluar rumah, ya gak dapat uang. Bingung, jadinya,” katanya.
Istrinya sendiri bekerja asisten rumah tangga, tetapi dalam kondisi wabah ini pendapatan mereka untuk makan sehari-hari saja kadang tak cukup.
“Saya was-was, bisa bayar gak ya buat kontrakan bulan ini,” katanya.
Mencoba meringankan beban mereka, TurunTangan bekerja sama dengan Kitabisa dan donatur membuat gerakan #BayarinKontrakan. Gerakan ini akan membantu membayar kontrakan/kosan warga yang terdampak selama masa pandemi. Paling tidak, selama pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Baca juga : GP Ansor dan Aice Group Bantu Pondok Pesantren di Tengah Pandemi
Pemimpin gerakan Muhammad Husnil mengatakan, gerakan sederhana itu ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini. Kalau mereka dihantui waswas dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dant ambah rentan terpapar virus covid-19 ini.
"Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan," katanya.
TurunTangan mendapatkan data warga dengan dua metode. Pertama melalui turun ke lapangan, dengan mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. Kedua, dengan menyebarkan formulir. Sampai saat ini, tercatat ratusan orang yang mendaftar.
“Pemberian bantuan pembayaran kontrakan ini kami bagi ke dalam beberapa gelombang. Mengingat donasi yang terkumpul saat ini belum bisa mencakup keseluruhan. Kami memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan, seperti mereka yang kehilangan penghasilan sama sekali, dan yang hampir terusir dari kontrakan,” kata Husnil.
TurunTangan sendiri berencana membantu sebanyak mungkin warga yang terdampak. TurunTangan mulai bergerak pada Sabtu, (17/5), dan akan terus bergerak selama masa pandemi ini. (RO/OL-7)
Koleksi Heart to Heart hadir dalam bentuk sweater, shirt, scarves, hingga aksesori, yang bisa dikenakan siapa saja.
Partisipasi luas dari berbagai lapisan masyarakat ini dinilai sebagai wujud nyata ikatan kemanusiaan yang mendalam antara bangsa Iran dan Indonesia.
Pakar IPB Prof Megawati Simanjuntak menyoroti kasus donasi autodebit yang merugikan konsumen. Simak tips donasi aman dan aspek hukumnya di sini.
MOMENTUM Ramadan dimanfaatkan Koperasi Nusantara (KOPNUS) untuk memperkuat keterikatan (engagement) dengan anggota sekaligus memperluas dampak sosial kepada masyarakat.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
Program ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen perusahaan untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved