Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Wilda Sila Sakti, mengumpulkan helai akar rumput yang berserakan di depan ruang kelas. Akar rumput itu bukan sampah yang terbawa angin. Wilda, membawanya ke ruang kelas, dan menggunakannya untuk mengajar siswa-siswanya di SDN 34 Borang, Kabupaten Sanggau, Kapuas Kalimantan Barat.
"Saya menggunakan ruas akar rumput untuk menghitung pembanding pecahan," terang Wilda ketika ditemui di Sanggau, Minggu (24/11). Ia kerap mengajak muridnya ke hutan di sekitar sekolah untuk mengajarkan materi makhluk hidup.
"Misalnya pakis dan anggrek, saya ajak anak-anak melihat pertumbuhannya. Saya bawa artikel dari rumah untuk perbandingan keadaan di hutan dan di kota. Beberapa artikel ciri khusus pertumbuhan profil, cerita tanaman anggrek diburu, di sini masih terjaga dan melestarikan," tuturnya.
Wilda berinisiatif mengajar dengan cara yang tak biasa karena keterbatasan sarana. Tidak ada listrik, apalagi internet. Mulanya, ia tidak bisa berbuat banyak, terpaku mengajar dengan cara konvensional, berpedoman pada buku.
Setelah mengikuti program Guru Belajar pada 2016, ia tergerak untuk membuat perubahan metode pengajaran. "Kegiatan pembelajaran tidak melulu perlu bantuan teknologi, bisa dengan memanfaatkan alam," ujar Wilda.
Ia menambahkan, kesuksesan belajar tidak tergantung pada kelengkapan fasilitas belajar maupun media pembelajaran yang canggih. Memiliki tekad dan semangat untuk menyelesaikan masalah yang ada mengajar baginya jauh lebih penting. Hal tersebut, imbuh Wanti, akan membuat anak-anak suka sekolah dan bahkan rindu bersekolah.
Wanti tak hanya berkata-kata. Tekadnya untuk mengajar mengalahkan tantangan yang ia hadapi. Tiap lepas subuh, ia sudah berangkat menuju tempat ia ditugaskan di SDN 34 Borang, 40 kilometer dari tempat ia tinggal. Untuk sampai ke sekolah, Wanti harus naik motor, kemudian lanjut dengan sampan untuk menyeberangi Sungai Sekayam. Jika cuaca cerah, tak jadi masalah. Namun jika hujan, ia cukup kerepotan. "Naik motor paling susah ketika hujan," tutur Wanti. Tak jarang, ia menginap di rumah warga setelah memberi pelajaran tambahan agar tak kemalaman. "Sempat sempat menumpang di Pondok Bersalin Desa (Polindes)," ujarnya.
Menurut Wanti, kehadiran guru di daerah terpencil sangat diharapkan. "Jadi ada hal yang membuat kita rindu kembali karena anak-anak membutuhkan kita," tuturnya. (Medcom.id/H-3)
DARI debat seru berbagai kajian, kita dapat menyimpulkan empati merupakan isu penting dalam kehidupan (Coplan, 2011).
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Indonesia hadapi krisis guru akibat gelombang pensiun besar-besaran. Kekurangan guru mencapai 1,3 juta orang sementara lulusan PPG belum mencukupi.
GURU perempuan memiliki peran krusial dalam menentukan arah pembangunan bangsa, terutama melalui kontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi penerus yang tangguh.
Tradisi halal bihalal untuk saling memaafkan antara siswa dan guru digelar pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved