Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom kembali mendeteksi objek antarbintang, yakni komet C/2019 Q4 yang diperkirakan akan memasuki tata surya kita pada 26 Oktober nanti. C/2019 Q4 ditemukan Gennady Borisov di observatorium di Nauchnij, Krimea.
Komet itu memiliki kecepatan tinggi, yakni 93.000 mil per jam. “Kecepatan tinggi menunjukkan tidak hanya bahwa benda itu kemungkinan berasal dari luar tata surya kita, tetapi juga akan pergi dan kembali ke ruang antargalaksi,” ujar seorang astronom dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Davide Farnocchia.
C/2019 Q4 diperkirakan akan melewati tata surya kita di luar orbit Mars dan berjarak sekitar 300 juta km dari Bumi. (CNN/Uca/X-8)
Saat ini, 3I/ATLAS terletak di rasi bintang Cancer setelah melewati rasi bintang Leo pada awal 2026 ini.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Berdasarkan data yang dirilis melalui NOIRLab, komet C/2025 K1 terpecah menjadi setidaknya empat fragmen besar yang saling menjauh
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Komet antarbintang 3I/ATLAS melintas paling dekat dengan Bumi malam ini, 19 Desember 2025. Simak cara mengamatinya dengan teleskop kecil.
Komet antarbintang 3I/ATLAS akan melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember. Meski aman, momen ini penting bagi ilmuwan untuk mempelajari materi pembentuk planet dari luar tata surya.
Blazar merupakan objek paling bercahaya di alam semesta dan diklasifikasikan sebagai inti galaksi aktif.
Salah satu sorotan utama adalah planet Jupiter yang terlihat dengan badai raksasa berwarna merah atau Great Red Spot, dengan ukuran yang bahkan lebih besar dari Bumi.
Simak skenario sains jika Matahari menghilang. Dari kegelapan dalam 8 menit hingga pembekuan total Bumi dan nasib akhir umat manusia.
Merkurius tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi. Atmosfernya sangat tipis dan terdiri dari partikel-partikel seperti oksigen, natrium, hidrogen, helium, dan kalium.
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved