Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA memajukan berbagai riset teknologi dalam negeri yang diyakini akan membawa bangsa menjadi lebih mandiri dan berdaya saing akan lebih banyak melibatkan pemerintah daerah. Hal itu dimungkinkan karena dengan disahkannya Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek), daya dorong pemerintah semakin besar dalam menciptakan invensi dan inovasi di setiap daerah.
Direktur Sistem Inovasi Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Ophirtus Sumule mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting memunculkan inovasi dan invensi di daerahnya. Tidak hanya itu, di dalam UU Sisnas Iptek juga menekankan kewajiban pemerintah daerah menggunakan hasil penelitian di daerahnya.
"Satu hal yang menarik bahwa pemerintah daerah wajib menyiapkan anggaran untuk riset inovasi dan invensi, dan hasilnya wajib digunakan pemerintah. Ini yang sudah diatur dalam undang-undang Sisnas Iptek yang sebelumnya tidak ada aturan yang mewajibkan hal itu," ujarnya.
Ophirtus mengungkapkan saat ini daerah yang aktif memunculkan berbagai inovasi, yakni Jawa Tengah dan Jawa Barat dalam bidang agrikultur. Di bidang energi, beberapa penelitian untuk memutus rantai kimia dalam minyak sawit sedang dilakukan di Riau dan Sumatra Utara.
"Sebenarnya inovasi itu akan berkembang sangat ditentukan oleh keterlibatan dan gaya kepemimpinan daerahnya," tutur Ophirtus pada acara Penjurian Anugerah Iptek di BPPT Jakarta, kemarin. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah memiliki program pemetaan daya saing daerah dalam inovasi.
Hal itu untuk menyeleksi berbagai temuan atau inovasi serta berbagai trobosan yang diciptakan termasuk prestasi yang dimiliki daerah. Dengan adanya UU Sisnas Iptek, pemerintah daerah akan berlomba memunculkan produk unggulan yang dihasilkan. "Jadi pemerintah daerah wajib bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi. Seperti Kabupaten Bogor yang sudah menganggarkan 12,3% dari APBD. Dan nantinya selain ada fl agship nasional (produk yang sangat dibutuhkan secara nasional) juga ada fl agship daerah."
Landasan pembangunan Keberadaan UU Sisnas Iptek diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Menurut anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti, UU Sisnas Iptek jadi landasan dalam perumusan kebijakan pembangunan. "Diharapkan UU Sisnas Iptek ini menjadi landasan pembangunan dan sebagai satu kesatuan sistem perencanaan pembangunan nasional, baik jangka panjang, menengah, maupun tahunan," katanya kemarin. Di undang-undang ini diatur penyelenggaraan Iptek yang dapat dilakukan perseorangan, kelompok, badan usaha, lembaga pemerintah, atau swasta, dan perguruan tinggi. Satu di antaranya pemerintah pusat wajib menjamin pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan dalam bentuk invensi dan inovasi untuk pembangunan nasional. (H-1)
BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka di Jakarta. Ajang ini menjadi peluang inovator Indonesia menembus pasar internasional dan memperkuat ekonomi.
PT Data Labs Analytics (datalabs.id) berhasil meraih penghargaan 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia atas pencapaiannya dalam ekosistem Google Cloud.
Kemendagri menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan BUMD sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved