Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGURUAN tinggi harus segera menangani kelompok-kelompok Islam eksklusif yang berkembang di lingkungan kampus secara bijak, yakni melalui dialog.
"Mahasiswa harus memahami dan menghormati keberagaman. Menjalani ajaran agama yang dianut juga harus menghormati koridor bernegara," kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia, Asep Saefuddin, kemarin.
Ia menyatakan hal itu terkait dengan hasil riset Setara Institute yang dipublikasikan baru-baru ini. Hasil riset bertajuk Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa di 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu menunjukkan ada 10 PTN yang menjadi tempat tumbuhnya kelompok Islam eksklusif transnasional yang berpotensi berkembang ke arah radikalisme.
Kesepuluh kampus tersebut ialah Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Mataram.
Asep meyakini hasil riset tersebut bukan cerminan utuh yang menggambarkan kondisi mayoritas di 10 PTN tersebut. Namun, ia mengakui kecenderungan adanya kelompok eksklusif memang bisa terjadi di perguruan tinggi. Salah satu penyebabnya ialah polarisasi pandangan yang mengesankan seolah-olah ada pihak yang memusuhi Islam.
"Tentu pembinaan, pembukaan wawasan, dan keterbukaan perlu dibangun, termasuk dialog terbuka dengan ulama yang paham tentang Islam moderat," imbuhnya.
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, mengatakan pihaknya akan mengkaji hasil penelitian tersebut, mengecek ulang, serta mendiskusikannya dengan pimpinan perguruan tinggi terkait. "Kampus sepatutnya mengembangkan nilai-nilai toleransi dan kehidupan yang inklusif," ujarnya. (Dhk/H-2)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved