Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETARA Institute baru-baru merilis hasil riset bertajuk Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa di 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hasilnya, 10 PTN tersebut menjadi tempat tumbuhnya kelompok Islam eksklusif transnasional yang berpotensi berkembang ke arah radikalisme.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) Asep Saefuddin mengatakan kelompok-kelompok yang eksklusif di kampus sebaiknya mulai ditangani secara bijak oleh pimpinan perguruan tinggi. Caranya, melalui pendekatan dialog.
"Secara umum saya mengharapkan para mahasiswa sebaiknya memahami dan menghormati adanya keberagaman baik eksternal ataupun internal agama. Kewajiban menjalankan ajaran agama yang dijalankan juga juga harus menghormati koridor bernegara," kata Asep dihubungi Media Indonesia, Senin (3/6).
Baca juga : Kampus Harus Kembangkan Nilai Moderat dan Kebangsaan
Kesepuluh kampus tersebut ialah Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Mataram.
Asep menyakini hasil riset tersebut bukan cerminan utuh yang menggambarkan kondisi mayoritas di perguruan tinggi tersebut. Ia percaya sebagian besar civitas kampus masih banyak yang mengembangkan nilai toleransi dan kebangsaan.
Meski begitu, ia mengakui kecenderungan adanya kelompok eksklusif memang bisa terjadi di perguruan tinggi. Salah satu penyebabnya, ialah terjadinya polarisasi pandangan yang mengesankan seolah-olah ada pihak yang memusuhi Islam.
"Saya pikir pandangan seperti itu tidak perlu tumbuh di kalangan mahasiswa. Tentu pembinaan, pembukaan wawasan, dan keterbukaan perlu dibangun, termasuk dialog terbuka dengan ulama yang paham tentang Islam moderat," ujarnya. (OL-8)
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved