Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Nila F. Moelek mengingatkan agar masyarakat menjaga pola makan saat Hari Raya Idul Fitri nanti untuk mengantisipasi penyakit yang muncul pasca-Lebaran seperti naiknya kadar gula darah dan kolestrol karena pola konsumsi yang berlebihan.
"Kolestrol bisa naik, diabetes agak meningkat karena kita lupa. Biasanya makanan yang terenak yang kita simpan dan kita konsumsi," ujar Menkes Nila di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia pun menganjurkan masyarakat yang sudah memiliki risiko penyakit tersebut, dapat mengontrol makanan yang dikonsumsi. "Ketupat mengandung santan, rendang banyak lemak," tuturnya.
Menurut Nila, anjuran menjalankan puasa syawal bagi umat muslim, satu hari setelah Lebaran, baik untuk dilakukan. Ia pun mengingatkan agar masyarakat senantiasa memerhatikan kandungan gula, garam dan lemak (GGL) pada asupan makanan selama lebaran.
"Ingat juga piring makanku. Ada panduan makan dengan gizi sehat dan seimbang," terangnya.
Selain hipertensi, diabetes dan kolestrol yang meningkat, penyakit lain yang harus diantisipasi pasca-Lebaran, ialah infeksi saluran nafas, batuk, pilek serta diare.
"Biasanya dialami orang dengan usia lanjut karena kelelahan silaturahmi ke sana-sini. Kalau diare karena makan tidak sehat," pungkasnya. (OL-5)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved