D.O.S.A Rilis Single RUH: Eksplorasi Skramz Spiritual dan Refleksi Sangkan Paraning Dumadi

Basuki Eka Purnama
16/4/2026 22:43
D.O.S.A Rilis Single RUH: Eksplorasi Skramz Spiritual dan Refleksi Sangkan Paraning Dumadi
D.O.S.A(MI/HO)

UNIT skramz asal Sragen, D.O.S.A, kembali menggetarkan kancah musik independen dengan merilis karya terbaru bertajuk Ruh. Single ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah perjalanan batin yang memadukan intensitas emosional khas skramz dengan refleksi spiritual mendalam mengenai asal-usul manusia.

Band yang terbentuk sejak 2014 ini kini diperkuat oleh formasi solid: Rendra Prihananto (vokal), Aditya Tri Wibowo (gitar), Rizal Bahy Ayusman (gitar), Yonanda Olga Aji Prasetya (bass), Alfaomega Bani Sabathino (synthesizer), dan Rayhan Zidane (drum). Melalui Ruh, mereka mempertegas identitas sebagai pengusung post-rock skramz yang kerap menyentuh tema-tema eksistensial dan sejarah.

Manifesto Spiritual dalam Distorsi

Secara musikal, Ruh dibangun di atas fondasi spiritual yang kuat. Lagu ini dibuka dengan penggalan ayat “Alastu bi Rabbikum” dari Surah Al-A’raf ayat 172, sebuah referensi terhadap kesaksian ruh manusia kepada Sang Pencipta sebelum dilahirkan ke dunia.

“Di single ini ada pembuka ayat tersebut sebagai pengingat bahwa manusia berasal dari ruh yang Tuhan titipkan. Lewat lanskap post-rock skramz, kami mengajak pendengar merenungi kembali siapa diri kita, dari mana kita datang, dan kepada siapa kita akan kembali,” ujar Rendra Prihananto.

Komposisi lagu ini dirancang secara dinamis, bergerak dari atmosfer hening yang kontemplatif menuju luapan scream emosional. Dinamika ini menggambarkan transisi batin manusia dari kegelisahan menuju kepasrahan doa.

Filosofi Sangkan Paraning Dumadi

Narasi dalam Ruh beririsan erat dengan falsafah Jawa sangkan paraning dumadi. D.O.S.A menekankan bahwa pada akhirnya manusia akan kembali kepada Tuhan hanya sebagai ruh, menanggalkan segala atribut duniawi, dan hanya membawa iman serta ketulusan.

Refleksi Sejarah dan Tragedi 1965

Tidak hanya bicara soal ketuhanan, D.O.S.A tetap konsisten membawa muatan sosiopolitik dalam karyanya. Bayang-bayang sejarah kelam, seperti tragedi 1965, turut memengaruhi atmosfer penciptaan lagu ini. Namun, kali ini mereka mengambil sudut pandang yang berbeda.

“Kami mencoba mengubah sudut pandang tragedi itu. Bukan hanya tentang mereka yang hilang, tetapi tentang bagaimana anak cucu korban tetap menjalani hidup dengan melibatkan Tuhan. Kami percaya setiap ketidakadilan akan menemukan balasannya, jika tidak di dunia, maka tuntas di akhirat,” tambah Rendra.

Proses Kreatif dan Tantangan Teknis

Proses produksi Ruh memakan waktu sekitar dua bulan. Menariknya, sesi rekaman dilakukan bertepatan dengan momentum bulan Ramadhan, yang secara tidak langsung memperkuat suasana kontemplatif selama pengerjaan lagu.

Meski demikian, prosesnya bukan tanpa kendala. Band harus berhadapan dengan struktur ritme yang kompleks, termasuk transisi ketukan dari 4/4 menuju pola yang tidak lazim seperti 4/6. Tantangan koordinasi jadwal antar personel juga menjadi dinamika tersendiri dalam melahirkan karya bagi para pendengar yang mereka sebut sebagai Jamaah Al-Dosaiyah.

Detail Rilis Informasi
Judul Single Ruh
Tanggal Rilis 14 Maret 2026
Label/Distribusi Haum Records (Bandcamp) & DSP
Genre Post-Rock / Skramz

Pasca perilisan ini, D.O.S.A berencana menggelar serangkaian kegiatan mulai dari sharing session, live session, hingga produksi video klip. Mereka juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif dan kedai kopi untuk memperluas resonansi pesan yang dibawa dalam Ruh.

Single Ruh sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital mulai 14 Maret 2026. Dukungan langsung juga dapat diberikan melalui kanal resmi Haum Records di Bandcamp. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya