Shye Rilis Single Smoke: Eksplorasi Mati Rasa Terinspirasi Twin Peaks

Basuki Eka Purnama
15/4/2026 17:54
Shye Rilis Single Smoke: Eksplorasi Mati Rasa Terinspirasi Twin Peaks
Shye(MI/HO)

MUSISI independen asal Singapura, Shye, kembali menyapa pendengarnya dengan karya terbaru bertajuk Smoke. Single yang dirilis pada Jumat (10/4) lalu ini menjadi pembuka jalan menuju album penuh mendatangnya, The Doves Came Home, yang dijadwalkan meluncur pada 8 Mei 2026.

Membawa nuansa indie-rock yang kental, Smoke menyuguhkan arsitektur suara yang kompleks namun lembut. Lagu ini diwarnai oleh permainan gitar berlapis dan tekstur slow-burn yang menciptakan atmosfer buram namun menyatu. Secara tematik, Shye mengeksplorasi kondisi psikologis "mati rasa", sebuah perasaan di mana seseorang hadir secara fisik, namun pikiran dan hatinya telah menjauh.

Inspirasi Visual dari Twin Peaks

Uniknya, fondasi emosional dan musikal lagu ini berakar dari karya visual, yakni serial televisi legendaris Twin Peaks. Shye mengaku terinspirasi oleh sifat asap yang terus bergerak dan tidak pernah diam di satu ruang.

"Aku ingin produksi musik di lagu ini merefleksikan sifat pergerakan dan ketidakstabilan dengan hadirnya layer-layer gitar dan synth. Aku memastikan semuanya bersatu padu dalam satu kesatuan hingga kita tidak bisa membedakan instrumen-instrumennya," ungkap Shye dalam keterangan resminya.

Pendekatan vokal yang diambil pun cenderung halus, di mana suara Shye berfungsi sebagai instrumen tambahan yang menyatu dengan musik, alih-alih menjadi titik fokus tunggal. Hal ini menciptakan efek vokal yang "hilang dan timbul", merepresentasikan ruang pikiran yang tidak utuh.

"Perasaan di lagu ini adalah sesuatu yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata namun kita semua pernah merasakannya. Yaitu saat kita merasa tidak terhubung dengan diri kita sendiri dan hal itu menguasai diri kita. Rasanya seperti kita ada namun tidak ada bedanya."

— Shye

Profil dan Perjalanan Karier Shye

Dikenal sebagai musisi otodidak, Shye memegang kendali penuh atas karyanya mulai dari penulisan, perekaman, hingga proses mixing dan mastering. Sejak memenangkan kompetisi Vans Musicians Wanted pada usia 16 tahun, ia terus konsisten merilis karya yang mendapat pengakuan internasional.

Berikut adalah ringkasan perjalanan karier dan diskografi Shye:

Tahun Karya / Pencapaian Kategori
2018 Augus7ine EP Perdana
2020 days to morning glory Album (Album of The Year YMA 2021)
2021 hello TRINITY EP Eksperimental
2023 9LIVES / Forbes 30 Under 30 EP / Penghargaan Asia
2025 AXEAN Festival Bali Penampilan Perdana di Indonesia
2026 The Doves Came Home Album Baru (Rilis 8 Mei)

Selain aktif di dunia musik, Shye juga merambah dunia mode internasional. Ia tercatat sebagai warga negara Singapura pertama yang diundang sebagai tamu selebriti di peragaan busana Chanel pada Paris Fashion Week Maret lalu, bersanding dengan nama-nama besar seperti G-DRAGON.

Album The Doves Came Home diprediksi akan menjadi karya paling personal dan emosional dari Shye sejauh ini. Bagi para penggemar yang ingin merasakan atmosfer "mati rasa" yang estetik, single Smoke sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital serta melalui video klip resminya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya