Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERPILIH menjadi bagian dari salah satu serial televisi terbesar di dunia seharusnya menjadi momen perayaan bagi setiap aktor. Namun, bagi Charithra Chandran, pengumuman dirinya sebagai pemeran Nefertari Vivi dalam serial live-action One Piece di Netflix pada 2024 justru datang bersama gelombang pro dan kontra.
Aktris yang dikenal melalui perannya di musim kedua Bridgerton ini mengaku belum terlalu mengenal karya orisinal Eiichiro Oda. Ia baru mulai mendalaminya setelah mendapatkan peran tersebut.
"Saya tidak percaya bagaimana saya belum pernah berinteraksi dengan One Piece sebelumnya, karena ini sangat besar," ujarnya kepada BBC Newsbeat. "Dan sekarang saya berada di semestanya, saya melihatnya benar-benar ada di mana-mana."
Keputusan pemilihan pemain ini memicu reaksi keras dari sebagian kelompok penggemar. Namun, bukan ketidaktahuan Chandran terhadap materi sumber yang menjadi persoalan, melainkan warna kulit sang aktris.
Karakter Nefertari Vivi, seorang pemburu bayaran berambut biru yang diperkenalkan di musim kedua, digambarkan sebagai perempuan berkulit putih dalam versi manga. Chandran menghadapi gelombang komentar yang menyebut dirinya tidak tepat untuk peran tersebut, bahkan beberapa pihak mengkritik keputusannya menerima tawaran tersebut.
Menanggapi pelecehan daring tersebut, Chandran membagikan beberapa pesan negatif ke Instagram-nya dengan keterangan sarkastik. "Terima kasih banyak atas semua dukungan kalian."
"Saya pikir sebagai perempuan kulit berwarna di industri ini, sayangnya hal semacam ini merupakan status quo," kata Chandran. "Ini sama sekali tidak dapat diterima, tetapi saya bukan orang pertama di posisi ini, dan saya tidak akan menjadi yang terakhir."
Chandran meyakini bahwa daya tarik universal One Piece terletak pada kelompok karakternya yang berasal dari latar belakang berbeda. Menurutnya, pesan tentang mengejar impian dan setia pada sahabat sangat relevan di tengah dunia yang terasa terpolarisasi.
Meski muncul keraguan terkait latar belakang etnisnya, Chandran berusaha tetap fokus memberikan yang terbaik untuk penggemar.
"Saya mencoba mengingat bahwa ini tidak selalu tentang saya sebagai pribadi. Saya harus melakukan yang terbaik untuk membuktikan kepada orang-orang bahwa saya cocok untuk ini, dan saya harap mereka menikmatinya," tuturnya. "Saya hanya harus menjalani kebenaran saya, setia pada diri saya sendiri."
Di tengah badai kritik, Chandran mendapatkan pembelaan dari rekan sejawat dan sosok paling krusial, Eiichiro Oda, sang pencipta One Piece. Oda, yang terlibat langsung dalam produksi Netflix ini, menegaskan bahwa para pemeran musim kedua adalah pilihan yang tepat.
Dalam suratnya kepada penggemar, Oda menyatakan keyakinannya bahwa mereka adalah "pilihan yang benar-benar sempurna." Bagi Chandran, restu dari Oda Sensei adalah segalanya.
"Jika Oda Sensei, orang yang dari pikiran briliannya semua ini berasal, mengatakan, 'kamu adalah orang yang tepat untuk memerankan karakter ini', bagi saya itu adalah satu-satunya validasi yang [dibutuhkan]," pungkasnya. (BBC/Z-2)
Sejak identitas Imu sebagai penguasa tertinggi Pemerintah Dunia mulai terungkap, para penggemar menyadari adanya kemiripan visual yang terlalu mencolok untuk diabaikan
Memahami deretan pedang terkuat ini sangat penting bagi para penggemar untuk mengukur skala kekuatan karakter seperti Roronoa Zoro, Dracule Mihawk
Perpindahan loyalitas ini bukan sekadar bumbu komedi, melainkan sebuah perkembangan karakter yang krusial bagi kekuatan tempur Nami.
Nama buah iblis Enel adalah Goro Goro no Mi. Dalam klasifikasi buah iblis, Goro Goro no Mi termasuk ke dalam tipe Logia, yang merupakan tipe paling langka dan kuat
Dikutip dari Pewpiece, dalam manga One Piece 1181 yang berjudul “God and Devil”, fokus utama cerita tertuju pada duel dahsyat antara Loki dan Imu.
anyak penggemar berspekulasi bahwa hubungan Luffy dan Koby adalah cerminan dari hubungan Gol D. Roger dan Monkey D. Garp di masa lalu.
Konflik memuncak ketika sang protagonis menyadari bahwa "entitas" yang mengabulkan keinginan tersebut tidak akan berhenti sampai seluruh utang nyawa terbayar.
Cerita berfokus pada Thomas Malone (Bruce Willis), seorang mantan detektif yang menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak ia lakukan.
Film Apex yang dibintangi Bruce Willis kini tersedia di Netflix. Simak sinopsis aksi perburuan manusia yang menegangkan di pulau terpencil.
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved