Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI musik tanah air kembali kedatangan warna baru lewat kehadiran unit rock alternatif, Tempra. Sebagai perkenalan perdana, band yang digawangi Asyefi (vokal/gitar), Ichiro (gitar), Angga (bass), dan Buggy (drum) ini resmi melepas single bertajuk Insomnia, sebuah karya eksplosif yang memotret realitas frustrasi dan kegelisahan seseorang yang terjebak dalam malam-malam tanpa akhir.
Lewat Insomnia, Tempra tidak hanya menyuguhkan distorsi semata, melainkan sebuah perjalanan musikal yang emosional. Mereka berani mengawinkan elemen rock keras dengan sentuhan slow blues serta nuansa eksperimental yang kompleks.
Struktur lagu ini dirancang secara tematik menjadi tiga bagian untuk menggambarkan fase psikologis penderita insomnia.
Bagian pertama dibuka dengan aransemen keras penuh letupan, merepresentasikan kemarahan akibat isi kepala yang terlalu riuh untuk diajak terlelap.
Memasuki bagian tengah, tensi musik melandai ke dalam nuansa slow blues yang mencekam, diiringi suara-suara teriakan yang menggambarkan perjalanan imaji yang rumit dan gelisah.
Transisi menarik terjadi pada bagian ketiga, ketika pendengar dibawa menuju suasana koor yang menenangkan. Bagian ini hadir bagaikan bisikan kolektif yang memberikan sugesti untuk melepaskan, mengikhlaskan, dan merelakan belenggu pikiran.
Sebagai penutup, lagu ini diakhiri dengan aransemen yang padat dan kompleks, melambangkan kelelahan batin yang dialami oleh sang subjek.
Asyefi, selaku vokalis sekaligus pencipta lagu, mengungkapkan bahwa karya ini merupakan refleksi dari pengalaman personal yang sangat dekat dengan banyak orang.
“Insomnia adalah ungkapan dan perjalanan nyata dari kegelisahan yang pernah atau mungkin selalu kita alami. Lagu ini lahir dari malam-malam yang panjang tak berujung, dan pikiran yang terlalu riuh untuk diam,” ujar Asyefi.
Proses kreatif single ini turut didukung oleh sederet nama di balik layar. Untuk memperkuat dimensi suara, Tempra melibatkan Dita Tiara, Egi Virgiawan, Ichiro, dan Elizabeth Putriestrya pada departemen vokal latar dan vocal sketch. Sementara itu, sentuhan synthesizer dan piano diisi oleh Boyi Tondo.
Secara teknis, proses rekaman dilakukan di Rintop Studio dengan arahan recording engineer Kandar, serta sentuhan akhir dari Iphe Topan pada proses mixing dan mastering.
Melalui Insomnia, Tempra ingin mengajak pendengarnya untuk tidak sekadar mendengarkan nada, tetapi juga merasakan pengalaman emosional yang intens tentang perjuangan melawan diri sendiri.
Single perdana Tempra, Insomnia kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. (Z-1)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Keina Suda merilis single terbaru Nina yang menjadi tema d Anime Store, lengkap dengan MV karya Avogado6 dan jadwal tur Asia 2026 di Seoul serta Taipei.
Musisi Kamila Batavia merilis single Tayomi, sebuah penghormatan untuk mendiang ibunya dengan konsep musik Baroque Galactic yang memadukan nuansa klasik dan kosmik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved