Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik asal Indonesia, Logic Lost, mengumumkan peluncuran album terbaru mereka yang bertajuk Disposable Gods, melalui perekaman kolektif Avon Terror Corps asal Bristol, Inggris.
Perekaman kolektif yang berproduksi dengan nama-nama seperti Giant Swan dan Bad Tracking itu mengusung semangat DIY (Do It Yourself) yang kuat untuk membangun skena musik dan memberdayakan suara-suara terpinggirkan dari arus utama.
Album Disposable Gods dibuka dengan singel berjudul Insurgents yang telah dirilis pada 10 Oktober 2025, menampilkan kolaborasi menarik dengan Rully Shabara (eks-Senyawa).
Pentolan Logic Lost, Dylan Amirio saat dikonfirmasi, Rabu (15/10), menjelaskan album Disposable Gods mengeksplorasi bahasan tentang siklus kekuasaan dan penindasan.
Narasi dalam album itu menggambarkan sebuah pemberontakan yang terinspirasi dari peristiwa terkini dan sejarah penggulingan para tiran oleh rakyat mereka.
Amirio mengatakan album itu merupakan pendalaman terhadap fenomena impunitas, ketika pihak tak tersentuh hukum secara terang-terangan menunjukkan eksploitasi, diskriminasi, arogansi, dan penindasan.
Singel pembuka Insurgents featuring Rully Shabara itu secara spesifik menjadi cerminan langsung dari gerakan perlawanan di seluruh dunia, baik yang bersifat historis maupun kontemporer.
Secara musikal, Disposable Gods dikembangkan dari berbagai pengaruh seperti metal, digital hardcore, grunge, dan techno.
Logic Lost mengambil inspirasi dari band-band ikonis seperti System of a Down, Godflesh, dan Sepultura, menciptakan perpaduan suara yang intens dan penuh emosi.
Selain Rully Shabara, album tersebut juga menampilkan kolaborasi dengan artis-artis lain, termasuk Wukir Suryadi (Eks-Senyawa), Deathless Ramz, Lody Andrian, dan Ferdian Maulana.
Proses produksi dan mixing ditangani oleh Deathless Ramz, sementara mastering diselesaikan oleh James Plotkin.
Album yang berisi trek-trek seperti World of Prayer, Fix Bayonets dan Biadab featuring Wukir Suryadi itu, akan dirilis pada 28 November 2025.
Disposable Gods akan tersedia di berbagai platform digital seperti Bandcamp, Nina Protocol, Apple Music dan lain-lain, yang didistribusikan oleh Orange Cliff Records. (Ant/Z-1)
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Keisya Levronka resmi merilis album kedua bertajuk Rombak. Mengusung genre pop-rock ala era 2000-an, Keisya keluar dari zona nyaman musik ballad.
Musisi pendatang baru notyourwife resmi merilis album perdana Aphrodite Blues. Simak perjalanan Lauren Karina dari kreator konten hingga ke tangga lagu AS.
Gitaris Ade Nurulianto tegaskan Govinda tetap eksis dengan promo album Live Studio Session - London 2023 meski ia tengah sibuk proyek solo.
WOLF HOWL HARMONY resmi merilis MV One Minute. Lagu ballad dari EP Tera ini sukses membawa grup LDH JAPAN puncaki Oricon Daily Album Ranking.
Ade Govinda berkolaborasi dengan Gloria Jessica dalam album Blue. Mengusung tema patah hati dengan sentuhan Brit-Pop dan single Terbelah Jadi Dua.
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved