Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI asal Surabaya Fadhilah Intan Pramita Sari, pelantun Dawai, yang merupakan soundtrack film Air Mata Di Ujung Sajadah (2023) mengaku pernah hampir menyerah untuk menjadi penyanyi.
"Aku mau sedikit ceritain kilas balik, sebelum aku nyanyi Dawai itu sebenarnya aku sudah mau setop jadi penyanyi karena merasa aku enggak laku, istilahnya begitu," ujar Fadhilah, dikutip Senin (15/9).
Fadhilah mengatakan ia telah bertahun-tahun menekuni profesi sebagai penyanyi, namun tawaran menyanyi tidak cukup banyak yang datang.
Satu pilar penting yang membuatnya bertahan hingga saat ini adalah dukungan penuh dari orangtua, terutama sang ibu.
"Aku mau terima kasih banyak buat mama, buat papa juga, tapi buat mama karena mama selalu mendukung aku dari dulu sampai sekarang," tutur alumnus Universitas Airlangga ini.
Peluang emas datang ketika ia mendapat tawaran untuk menyanyikan lagu Dawai. Awalnya sempat ragu, namun atas saran ibunya, Fadhilah akhirnya memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut.
"Kata mama, 'Coba dengar mama, kamu ambil ini. Kalau ambil ini sekali, Insya Allah mama doakan kamu sukses', dan ternyata benar, Dawai sukses banget, lagunya didengarkan ratusan juta kali, dan membawa aku bisa sampai ke sini," jelas Fadhilah.
Fadhilah kembali mendapat tawaran dari produser Robert Ronny untuk menyanyikan soundtrack untuk sekuel film Air Mata Di Ujung Sajadah 2.
Soundtrack film tersebut berjudul Pura-Pura Bahagia.
"Terima kasih kak Ronny yang sudah mengajak aku di filmnya yang kedua ini," kata Fadhilah.
Fadhilah mengatakan Pura-Pura Bahagia adalah lagu yang diciptakan oleh tiga produser musik, Hendro Djasmoro, Andre Lizt, dan Barsena Bestandhi.
"Terima kasih buat kak Hendro, kak Barsena, kak Andre yang sudah bikinkan lagu Pura-Pura Bahagia ini," kata Fadhilah.
Jika lirik lagu Dawai mengekspresikan perasaan seseorang yang kecewa dan sakit hati dikhianati oleh pasangannya, menurut Fadhilah, lirik lagu Pura-Pura Bahagia merupakan kebalikan dari lirik lagu Dawai yang pernah dinyanyikan untuk film Air Mata Di Ujung Sajadah (2023).
Fadhilah mengatakan lagu Pura-Pura Bahagia berkisah tentang orang yang terkesan baik-baik saja, dari luar seperti tidak ada masalah, tapi sebenarnya ia menyimpan luka mendalam dari trauma di masa lalu yang belum sembuh.
"Lagu ini menceritakan kalau semua orang itu pasti punya luka masing-masing dan kadang di suatu situasi tertentu harus pura-pura enggak
apa-apa, pura-pura bahagia agar menutupi itu semua. Semoga lagu ini mengajarkan kita untuk lebih jujur tentang perasaan kita sendiri dan semoga teman-teman pendengar suka juga, semuanya," pungkas Fadhilah. (Ant/Z-1)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Keina Suda merilis single terbaru Nina yang menjadi tema d Anime Store, lengkap dengan MV karya Avogado6 dan jadwal tur Asia 2026 di Seoul serta Taipei.
Musisi Kamila Batavia merilis single Tayomi, sebuah penghormatan untuk mendiang ibunya dengan konsep musik Baroque Galactic yang memadukan nuansa klasik dan kosmik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved