Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VOKALIS Sum 41 Deryck Whibley, dalam sebuah memoir terbaru, mengaku dirinya telah dilecehkan selama bertahun-thaun oleh mantan manajer band asal Kanada tersebut.
Dalam bukunya, Whibley menuding manajer pertama Sum 41, Greig Nori, melecehkan dirinya secara seksual. Pelecehan itu terjadi sejak dia Whibley masih remaja.
Dalam wawancara dengan Los Angeles Times, Whibley mengatakan dirinya menyimpan rahasia itu dari rekan-rekan setimnya.
Baca juga : Deryck Whibley Telah Menjual Katalog Karyanya
Menanggapi tudingan Whibley itu, Nori dengan tegas membantahnya.
Sum 41 adalah band punk yang didirikan pada 1996. Band itu telah memenangkan sejumla penghargaan dan menjual lebih dari 15 juta album.
Memoir Whibley, yang berjudul Walking Disaster: My Life Through Heaven and Hell, terbit pada Selasa (8/10). Buku itu menceritakan perjalanan Sum 41 sejak awal mereka berkiprah di Toronto hingga meraih sukses internasional.
Baca juga : Simple Plan Gandeng Vokalis Sum 41 untuk Single Ruin My Life
Di awal karier mereka, Sum 41, dimanajeri oleh Nori, yang kala itu berusia 30 tahun dan merupakan vokalis band indie populer di Kanada. Dia bertemu Whibley setelah sebuah show dan menjadi mentornya.
Nori kemudian menjadi manajer pertama Sum 41.
Di memoirnya, Whibley mengisahkan, suatu malam, Nori tiba-tiba menciumnya di sebuah bilik toilet sebuah rave. Aksi Nori itu mengejutkan dan membingungkan vokalis yang kala itu berusia 18 tahun dan tengah mabuk ekstasi.
Baca juga : Industri Musik di Kota Aceh Semakin Berkembang
Dia menuding Nori memaksanya menjalin hubungan seks yang tidak dia inginkan selama 4 tahun.
"Greig terus mendesak saya melakukan hal yang tidak saya inginkan setiap kali kita bersama," klaim Whibley dalam memoirnya.
"Saya mulai merasa saya dipaksa melakukan hal yang tidak saya inginkan," lanjutnya.
Baca juga : Sebentar Lagi Bubar, Ini 10 Lagu Hit Sum 41
Ketika hubungan fisik mereka berakhir, Whibley, yang kini berusia 44 tahun, mengklaim Nori melanjutkan pelecehan secara verbal dan psikologis.
Whibley mengaku mengungkapkan hubungannya dengan Nori kepada mantan istrinya, Avril Lavigne, yang mengatakan, "Itu pelecehan! Kamu telah dilecehkan."
Whibley dan Lavigne menikah antara 2006 dan 2009.
Vokalis Sum 41 itu mengaku dirinya berpikir akan menyimpan hubungannya dengan Nori sebagai rahasia hingga dirinya meninggal dunia.
"Namun, saya tidak tahu membagikan kisah mengenai Sum 41 tanpa mengisahkan hubungan ini karena semuanya saling terkait dalam hidup saya," kata Whibley.
Sum 41 berpisah dengan Nori pada 2005.
Nori, kepada the Globe dan Mail, membantah semua tudingan Whibley dan mengaku telah menyewa pengacara untuk membela diri.
Sum 41, saat ini, tengah menggelar tur perpisahan dan akan membubarkan diri setelah 28 tahun. (bbc/Z-1)
Whibley terkenal berama band punk Sum 41. Mereka telah menjual lebih dari 15 juta rekaman di seluruh dunia.
"Ruin My Life adalah lagu tentang keluar dari keterpurukan dan menjadi orang yang lebih kuat dan lebih tabah. Lagunya sangat seru, catchy, enerjetik, dan menguatkan."
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved