Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VISINEMA Pictures bersiap merilis film terbaru pada tahun ini, berjudul Home Sweet Loan. Film ini dijadwalkan tayang pada 26 September 2024 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia. Home Sweet Loan merupakan film adaptasi dari novel laris karya Almira Bastari.
Baca juga : Pekerja dari Jakarta Utara dan Timur Mendominasi Permintaan Hunian di Bawah Rp500 Juta di Bekasi
Home Sweet Loan disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie, yang sebelumnya menyutradarai film Noktah Merah Perkawinan. Film ini diproduseri Cristian Imanuell, yang telah sukses memproduksi film Mencuri Raden Saleh dan menggelar pertunjukan musikal Keluarga Cemara.
Home Sweet Loan akan diperankan oleh Yunita Siregar sebagai Kaluna dan Derby Romero sebagai Danan. Melengkapi deretan pemain film ini, ada Risty Tagor sebagai Tanisha, Fita Anggriani sebagai Miya, Ayushita sebagai Kamala, Ariyo Wahab sebagai Kanendra, dan Wafda sebagai Hansa.
Home Sweet Loan bercerita tentang Kaluna, pekerja dari kalangan kelas menengah, yang masih tinggal bersama orangtua dan kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga. Ia berusaha keras untuk menabung dan hidup sederhana guna mewujudkan impiannya membeli dan memiliki rumahnya sendiri. Namun realitas hidupnya sebagai generasi roti lapis (sandwich generation) yang harus turut membiayai hidup keluarga besarnya, ditambah penghasilannya yang minim, membuat impian tersebut sulit diwujudkan. Kondisi ini membuat Kaluna merasa seperti tidak sedang berada di rumah setiap kali ia pulang.
Baca juga : Iuran Tapera tidak Selesaikan Kekurangan Rumah
Sutradara Home Sweet Loan Sabrina Rochelle Kalangie mengungkapkan alasan mengapa ia ingin terlibat dalam produksi film tersebut. Menurutnya, Home Sweet Loan menjadi cerita yang sangat penting untuk diceritakan, karena mengungkap banyak-realita yang harus dihadapi dirinya dan generasinya. Ia pun percaya, cerita ini sangat dekat bukan hanya untuk dirinya dan generasi milenial tapi banyak orang.
“Saya ingin film ini menjadi sebuah pelukan hangat bagi kita semua yang sedang berjuang untuk hidup dan menghadapi berbagai persoalan, baik dalam pekerjaan, tuntutan sosial, kebutuhan ekonomi keluarga, serta tanggungan lainnya yang bahkan mungkin muncul bersamaan. Dan untuk mereka yang di tengah semua itu, masih tangguh serta berani memperjuangkan mimpi,” kata sutradara Home Sweet Loan Sabrina Rochelle Kalangie melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (16/8).
Sementara itu, Yunita Siregar menyampaikan hal senada tentang film ini. Menurutnya, film Home Sweet Loan bisa mewakili banyak anak muda yang mengalami perjuangan saat berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka.
“Kalau kamu merasa stuck dengan impianmu, dan lelah menanggung semuanya sendiri, jangan bersedih karena film ini akan menjadi teman dalam perjalananmu,” ungkap Yunita Siregar. (M-4)
KADIN, Takeda, dan Bio Farma luncurkan SIAP Lawan Dengue untuk perkuat K3 dan produktivitas perusahaan dari risiko demam berdarah di Indonesia.
Berakhirnya masa libur lebaran Idul Fitri 1447 H, para pekerja mulai kembali meramaikan aktifitas Jakarta
BPJS Ketenagakerjaan kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada pekerja Indonesia melalui dukungan terhadap program mudik gratis
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
Riset KIMCI bisa menjadi acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memahami kondisi kelompok kelas menengah di Indonesia.
Dengan indikator makro ekonomi yang baik, pemerintah berupaya agar Indonesia tidak jatuh pada fenomena Chilean Paradox (Paradoks Cile).
Dosen IPB University mengungkap fenomena fake rich middle class di Indonesia, di mana gaya hidup mewah tidak sebanding dengan ketahanan finansial yang kokoh.
keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global saat ini.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global yang meningkat tajam dalam dua dekade terakhir dinilai mulai menggerus kepercayaan konsumen dan menekan kelas menengah Indonesia.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved