Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyair Kahlil Gibran pernah menuliskan, musik adalah bahasa roh. Musik membuka rahasia hidup yang membawa perdamaian, dan menghapus perselisihan.Akan tetapi, musik juga sebuah tarian jiwa yang memantulkan ekspresi diri sekaligus energi semesta yang menjadi obat bagi jiwa, hati dan pikiran.
"Musik memiliki daya magis untuk membawa kita pada pengalaman tak terdefinisikan. Musik adalah ekspresi universal manusia, melampaui sekat bahasa, agama, suku, budaya, bahkan perbedaan politik," kata Official Manager Black Brothers, Frans Pigome di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Getaran tarian jiwa itu, bagi Frans, juga yang menyihir pendengar setiap kali mendengar alunan lagu karya Black Brothers.
Baca juga : Grup Musik Bimbingan PYCH M.A.C Bangga Tampil di Istana Negara
Black Brothers sebuah band asal tanah Papua di era 1970-an hingga 1980-an yang sempat menggetarkan belantika musik Tanah Air. Di antara lagu-lagunya yang hits adalah Kisah Seorang Pramuria, Hari Kiamat, Mutiara Hitam, dan Sajojo. Lalu, ada lagu berbahasa Papua, seperti Saman Doye dan Huembello.
Band ini berkibar di bawah asuhan tangan dingin sang manajer Andi Ayamiseba dengan personel Hengky Mirontoneng Sumanti (vokal, lead gitar), Yochie Pattipeiluhu (keyboard), Benny Bethay (gitar bass), Stevie Mambor (drummer), David Rumagesang atau Dullah Yunus (saxophone), dan Amri Kahar (terompet, saxophone). Dalam perjalanannya, kemudian bergabung pula Agust Rumaropen (gitar) dan Sandi Bethay (vokal).
Frans memaparkan, band ini juga memiliki karakter betotan bass, suara saxphone yang tebal, desahan di awal lagu, mempertegas aroma funk rock yang pada masa itu masih kurang populer.
Baca juga : Erwin Gutawa Gandeng Seniman Papua untuk Konser Simfoni Tanah Papua
Dari sisi tematik lagu, Black Brothers, lanjut Frans, memanggungkan pesan-pesan sosial yang kontekstual, mulai dari situasi Papua yang pada masa itu di bawah cengkeraman militer, perang Vietnam, kelaparan di Ethiopia, perang Pasifik, juga tentang nuklir.
Black Brothers juga berhasil memengaruhi banyak band muda di Papua. Selepas Black Brothers, muncul band-band seperti Black Papas, Black Sweet, Black Power, juga Black Family. Black Brothers telah menjelma menjadi legenda music Tanah Air, legenda music tanah Papua.
Kisahnya yang menggetarkan jiwa, membangkitkan emosi, mengolah rasa dan cinta hingga kini terekam kuat dalam diri para penggemarnya. Sekian dekade, Black Brothers sudah saatnya dipanggungkan kembali; bukan hanya untuk mengobati rasa rindu para penggemarnya, melainkan menghidupkan kembali cita rasa dan cinta dalam setiap karya-karyanya.
Baca juga : 14 Musisi Muda Temu Seni Pentaskan Komposisi Apik Hasil Kolaborasi di Papua
Tribute to Black Brothers adalah sebuah ikhtiar untuk memanggungkan semangat, spirit yang terkandung dalam setiap karya-karyanya untuk bisa mengiringi perjalanan bangsa Indonesia dan juga tanah Papua.
Karya-karyanya bukan saja tentang cita rasa musik tetapi pesan-pesan sosial yang dari kedalaman hatinya juga tentu mengangkat harkat dan martabat Orang-orang Papua serta memberi pengaruh positif pada peradaban masyarakat Papua di Tanah Papua. "Saya yang mengikuti perjalanan bermusik ‘Black Brothers’ merasakan betul bagimana mereka mencintai Tanah Papua dan Indonesia melalui lagu-lagunya," kata Frans.
Apa yang tersisa untuk mengenang semua itu adalah memanggungkan mereka kembali di tempat terhormat sebagai bentuk apresiasi. Dalam pergelaran Tribute to Black Brothers yang bakal berlangsung di Jakarta, Sabtu (4/5), lanjut Frans, bakal melibatkan banyak musisi papan atas Tanah Air seperti Iwan Fals, Edo Kondologit, Nowela, Soendari Soekotjo dan lainnya,
Baca juga : 14 Musisi Muda Hadir di Papua Untuk Ajang Temu Seni Menuju Festival Indonesia Bertutur 2022
"Kebersamaan musisi-musisi ini dengan ciri khas budaya dan musik yang berbeda-beda adalah sebuah kolaborasi menarik yang membawa pesan persatuan itu," jelas Frans.
Menurut dia, kolaborasi ini memiliki potensi untuk menciptakan fusi budaya yang menakjubkan. Black Brothers membawa elemen khas budaya Papua, sedangkan Iwan Fals dikenal dengan lirik yang mendalam yang menggambarkan realitas sosial.
"Secara keseluruhan, kolaborasi antara Black Brothers dan Iwan Fals memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam dunia musik Indonesia. Lebih dar itu dengan fusi budaya yang menakjubkan, kesadaran atas isu-isu sosial, pesan persatuan, dan eksposur yang lebih luas, kolaborasi ini dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan musik dan budaya Indonesia secara menyeluruh," kata dia. (X-7)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved