Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada Maret 2020, Spotify meluncurkan program untuk artis pendatang baru yang disebut RADAR di 50 negara di seluruh dunia. Sejak saat itu, program musik untuk mendukung para musisi tersebut telah mendorong karier para pendatang baru di dunia musik ke jenjang berikutnya.
Tahun ini, Spotify memperkenalkan deretan artis baru Radar Indonesia dari berbagai genre seperti pop, folk, hip hop dan r&b. Mereka adalah Naura Ayu (pop), Stereo Wall (alternative rock), Aziz Hedra (r&b), Bernadya (pop), Maulana Ardiansyah (pop melayu), Hal (pop folk), Anggi Marito (pop), ENVY* (hip hop), Nadhif Basalamah (indie pop - r&b), dan Awdella (pop balada).
Bagi para pecinta musik tanah air, nama-nama tersebut pasti sudah tidak asing. Mereka hadir meramaikan industri musik Tanah Air dengan ciri khasnya masing-masing yang berkualitas.
Baca juga: Kreaby Pamerkan Karya Seni Baru di Spotify Canvas
Sebagai bagian dari Radar Indonesia, para artis akan memperoleh berbagai dukungan mulai dari tim editorial Spotify, hingga publisitas, seperti konten khusus yang menampilkan sisi lain dari tiap-tiap artis, lagu-lagu mereka masuk dalam daftar putar Radar Indonesia, hingga kesempatan untuk berkolaborasi dengan Spotify di beragam aktivitas dan kampanye mendatang.
"Mulai dari penyanyi solo hingga grup, genre folk hingga R&B, masing-masing artis memiliki beragam aliran musik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menunjukkan bakatnya. Beberapa di antaranya bahkan pernah bertengger di tangga lagu Spotify Indonesia! Ini baru permulaan dan kami begitu bersemangat dapat memperkenalkan mereka ke lebih banyak pendengar dan penggemar di luar sana melalui Radar Indonesia 2023," ujar Kossy Ng, Head of Music Spotify Asia dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis, (13/4).
Baca juga: Lagu Komang Milik Raim Laode Pecahkan Rekor Spotify
Program Radar Indonesua menghubungkan mereka dengan para pendengar baru di platform global Spotify pada 183 pasar di seluruh dunia, yang menyediakan lebih dari 600 musisi baru. Dengan begitu diharapkan para musisi pendatang baru Indonesia bisa lebih dikenal, tidak hanya di Indonesia tapi juga di tingkat global.
Selama tiga tahun terakhir, program ini telah berjalan di Indonesia di bawah naungan Radar Indonesia. Radar Indonesia sudah melahirkan dan menyaksikan beberapa talenta berbakat seperti Happy Asmara dan Tiara Andini pada 2020, Basboi pada 2021 dan yang terbaru adalah Arash Buana, Idgitaf, Jinan Laetitia dan Raissa Anggiani pada 2022.
(Z-9)
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Merayakan 12 tahun berkarya, Beeswax merilis album self-titled yang merangkum evolusi musikal mereka, termasuk kolaborasi apik bersama Dochi Sadega.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
KreasiPro Music Distribution hadir sebagai ekosistem aman bagi musisi independen Indonesia untuk mendistribusikan karya ke 150+ platform global secara transparan.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved