Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Shenina Cinnamon dan Emir Mahira membagikan pengalaman dan cerita seru di balik proses syuting film orisinal Netflix Dear David, salah satunya menulis cerita fantasi demi mendalami karakter yang diperankan.
"(Karakter) Laras ini suka nulis blog fantasi. Terus, kak Lucky (sutradara) mengajak aku untuk Shenina membuat fantasi juga versi Shenina. Terus dia bilang, seminggu minimal tiga cerita. Jadi, aku ada satu buku isinya adalah fantasi aku semua," cerita Shenina, dikutip Kamis (16/2).
Film Dear David bercerita tentang Laras (diperankan oleh Shenina), pelajar sekolah menengah yang memiliki blog rahasia berisi berbagai fantasinya tentang David (diperankan oleh Emir). Saat blog tersebut terbongkar, reputasi dan masa depan Laras pun dipertaruhkan.
Baca juga: Sutradara Sebut Dear David Singgung Soal Self-love dan Self-compassion
Disutradarai oleh Lucky Kuswandi dan diproduksi Palari Films, film orisinal Netflix dengan genre remaja ini sudah tayang mulai 9 Februari lalu. Selain Shenina dan Emir, film ini juga dibintangi Caitlin North Lewis sebagai Dilla.
Menuliskan cerita fantasi, menurut Shenina, merupakan salah satu cara yang dapat membantunya untuk memahami dan memposisikan diri terhadap karakter yang dia perankan.
Tidak sampai di situ, Shenina juga dituntut menulis fantasi tentang Emir ketika kedua pemeran itu berada dalam satu ruangan yang sama. Sang sutradara mendorong agar Shenina membacakan fantasi tersebut di hadapan Emir.
"Kak Lucky memang pernah bilang sama kita sebelum syuting, dia bilang kayak, 'Ini kalian bisa lakukan karena aku ingin energinya tetap ada sampai syutingnya selesai. Jadi kalian selama lagi nggak take pun, ya, sudah jadi Laras sama David dan jadi Dila saja'," cerita Shenina.
Sementara itu, Emir mengamini bahwa metode tersebut menjadikan film Dear David suatu proyek yang berbeda dan menarik.
Menurut dia, tim produksi sudah menyiapkan segala sesuatu saat praproduksi dengan matang, termasuk proses reading naskah, sehingga para aktor dapat sepenuhnya mengenal karakter yang diperankan.
"Complain aku tentang banyak project aku, sih, sebenarnya aku merasa I know my caracter best pas hari terakhir syuting, biasanya aku dapat eksplor itu di tengah-tengah syuting," cerita Emir.
"It's different with Dear David. Aku merasa karena pas awal syuting preparation-nya matang, dari awal aku sudah merasa jadi David," imbuh dia.
Sebelum tawaran proyek film Dear David datang, Emir mengaku sempat terlintas untuk mengundurkan diri dari dunia akting karena merasa comeback dirinya kurang mendapat sambutan positif dan sempat mengalami penolakan dari berbagai pihak.
"Palari dan juga Netflix memberikan aku kesempatan ini tuh (di Dear David) aku merasa kayak, 'Oh, masih ada yang mau bekerja sama sama aku'," ujar dia.
"Jadi, sebenarnya this project is special to me bukan hanya dari segi cerita tapi dari sisi itu juga di mana itu kayak it's a give dan datang di waktu yang tepat," imbuh Emir.
Sebagai informasi, Emir sebelumnya dikenal sebagai aktor cilik yang memulai debutnya melalui film Garuda di Dadaku (2009) dan membintangi beberapa film lain termasuk Rumah Tanpa Jendela (2011) yang membuatnya menang penghargaan Piala Citra sebagai aktor terbaik.
Emir sempat vakum dari dunia akting sejak melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan berkuliah di University of British Colombia, Kanada.
Bagi Emir, film Dear David merupakan kesempatan terbaik dalam kehidupannya setelah comeback di dunia akting.
Bagi Emir dan Shenina, Dear David juga menyimpan cerita yang menarik dan relevan untuk penonton, termasuk untuk mereka sendiri sebagai aktor. Apalagi Dear David menyinggung topik seputar self-love dan self-compassion.
Mereka pun berharap film ini dapat dinikmati dan disambut baik oleh penonton.
"Semoga yang nonton relate dan enjoy. Mungkin ini salah satu media untuk akhirnya kalian ngeuh bahwa kayaknya memang kita harus mencintai diri sendiri sebelum kita melakukan itu ke orang lain," kata Shenina. (Ant/OL-1)
Konflik memuncak ketika sang protagonis menyadari bahwa "entitas" yang mengabulkan keinginan tersebut tidak akan berhenti sampai seluruh utang nyawa terbayar.
Cerita berfokus pada Thomas Malone (Bruce Willis), seorang mantan detektif yang menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan yang tidak ia lakukan.
Film Apex yang dibintangi Bruce Willis kini tersedia di Netflix. Simak sinopsis aksi perburuan manusia yang menegangkan di pulau terpencil.
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved