Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Korea Selatan (Korsel) Bae In Hyuk membagikan pemikirannya tentang drama yang baru-baru ini berakhir, Cheer Up.
Sebagaimana disiarkan Soompi, Senin (19/12), Bae In Hyuk menerima banyak cinta dari pemirsa melalui peran utama pertamanya sebagai Park Jung Woo, kapten regu pemandu sorak Theia, yang sering disalahpahami dalam drama Cheer Up.
Berakting sebagai Park Jung Woo, sosok yang teguh pada aturan tetapi berhati romantis, dia mengatakan tentang kesamaan mereka.
Baca juga: Ini Tantangan yang Dihadapi Jang Gyuri Saat Berperan Sebagai Pemandu Sorak di Cheer Up
"Aku tidak benar-benar mengekspresikan diriku secara lahiriah, dan cenderung menutup-nutupi. Aku tidak terbawa emosi sesaat bahkan ketika sedang marah," kata dia,
Namun, dia juga menyebutkan terkadang sulit baginya untuk memahami Park Jung Woo. Menurut dia, tokoh ini benar-benar tidak mengungkapkan emosinya di awal drama. Dia adalah seseorang yang sangat mengendalikan emosinya sehingga dia cenderung menunggu dan diam karena trauma tertentu.
"Namun, menurutku, tidak peduli seberapa dewasa seseorang, ada emosi impulsif dan perasaan romantis yang benar-benar normal muncul pada usia tersebut, dan tidak akan mudah untuk menekannya," tutur Bae In Hyuk.
Menurut dia, Park Jung Woo sangat pandai mengendalikan emosi sehingga sulit untuk berakting sebagai dirinya.
Bae In Hyuk lebih lanjut menuturkan bahwa dia mencoba menjembatani kesenjangan antara kepribadiannya dan kepribadian Park Jung Woo melalui diskusi terus menerus dengan sutradara.
"Secara khusus, dalam adegan saat Park Jung Woo cemburu karena Do Hae Yi (diperankan Han Ji-hyun) bersama pria lain, sutradara berkata kepadaku, 'Dalam kasus Park Jung Woo, dia mungkin lebih mengkhawatirkan Do Hae Yi ebih dari apa pun'," tutur dia.
Saat memainkan peran sebagai kapten regu pemandu sorak, Bae In Hyuk dan tim memulai latihan kelompok pada Februari. Namun, sang aktor perlu berlatih lebih banyak karena perannya sebagai kapten tim.
"Jadi selain (latihan kelompok), aku mengambil pelajaran sejak Desember lalu untuk meningkatkan stamina dan agar tubuhku mengingat bagaimana harus menerapkan kekuatan," tutur dia.
Dia mengatakan tidak pernah menari atau bahkan belajar caranya. Semua pengalaman yang didapatkan berasal dari kelas tari kontemporer karena dia lulus dari sekolah menengah seni dan beberapa latihan musik dan tari kontemporer yang harus diikuti untuk ujian masuk perguruan tinggi.
Berkat semua rutinitas tariannya, Bae In Hyuk kehilangan banyak berat badan saat syuting untuk drama tersebut, sekitar delapan kilogram. Dia juga mengatakan tidak punya waktu untuk tidur karena Cheer Up bukan satu-satunya proyek yang dia jalani. (Ant/OL-1)
If Wishes Could Kill hadir sebagai drama horor Korea unik di Netflix. Menggabungkan kutukan aplikasi, misteri okultisme, dan tradisi perdukunan Korea.
Simak fakta menarik If Wishes Could Kill, drama Korea horor remaja pertama Netflix tentang aplikasi maut Girigo yang tayang April 2026.
Drama Korea If Wishes Could Kill tayang di Netflix mulai 24 April 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan misteri aplikasi maut Girigo di sini.
Simak sinopsis We Are All Trying Here, drama Korea terbaru yang dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung tentang perjuangan di industri film.
Drama Korea We Are All Trying Here resmi tayang di Netflix. Dibintangi Koo Kyo-hwan dan Go Youn-jung, serial ini mengangkat tema kecemasan, iri hati, dan perjalanan menerima diri.
Simak keseruan drakor Absolute Value of Romance yang dibintangi Kim Hyang Gi dan Cha Hak-yeon. Kisah penulis novel web dan empat guru menawan di Prime Video.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved