Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Wregas Bhanuteja akan memproduksi film panjang berjudul Budi Pekerti. Dalam film drama produksi Renata Studio dan Kaninga Pictures ini, Wregas akan mengarahkan Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina dan Dwi Sasono.
Tahun lalu, film panjang perdana Wregas yang berjudul "Penyalin Cahaya" sukses memenangkan 12 Piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2021.
Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2021 ini juga mendapatkan Piala Citra Penulis Skenario Asli Terbaik pada FFI 2021. Sebelumnya, ia juga membuat sejumlah film pendek, seperti "Prenjak" yang menang jadi Film Pendek Terbaik di Semaine de la Critique-Cannes Film Festival 2016 dan Piala Citra FFI 2016, serta "Tak Ada yang Gila di Kota Ini" yang juga meraih Piala Citra FFI 2019 kategori Film Pendek Terbaik.
Baca juga: Wregas Bhanuteja Tegaskan Pentingnya Regenerasi di Perfilman
Di jajaran produser, film "Budi Pekerti" ditangani oleh Adi Ekatama, Ridla An-Nuur dan Willawati. Ketiganya merupakan produser film yang sudah melahirkan sejumlah judul film dari pelbagai genre yang juga mendapat apresiasi dari festival film di dalam dan luar negeri.
Adi Ekatama telah memproduseri "Penyalin Cahaya" dan "Tak Ada yang Gila di Kota Ini". Sementara Ridla An-Nuur sudah memproduseri "Doremi & You", "Ziarah" dan "Filosofi Kopi:Ben&Jody". Adapun Willawati sebelumnya menjadi produser eksekutif film “Night Bus”, “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak” dan "Penyalin Cahaya".
Saat ini, film "Budi Pekerti" tengah melakukan proses pengambilan gambar di Yogyakarta. Proses pengambilan ini telah dimulai sejak November dan dijadwalkan selesai pada awal Desember 2022. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada 2023.(Ant/OL-5)
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkapkan bahwa setiap pemain film Para Perasuk mendapatkan pendekatan penyutradaraan yang berbeda demi menghidupkan karakter mereka.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
FILM produksi Rekata Studio karya sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk yang memiliki judul internasional Levitating, mendapat penghargaan CJ ENM Award pada ajang Asian Project Market.
Maudy mengagumi sejak lama karya-karya Wregas yang menurutnya berbeda dan berani dengan mengangkat isu-isu sosial
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek siap tayang 22 Januari 2026. Dibintangi Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda, memadukan teror mitos lokal dan humor segar.
Dengan duet maut Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto, film Sebelum Dijemput Nenek dijadwalkan menyapa penonton di bioskop pada Januari 2026 mendatang.
Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto berperan sebagai anak kembar dalam film Sebelum Dijemput Nenek, yang dijadwalkan tayang Januari 2026.
Dalam film Sebelum Dijemput Nenek, Angga berperan sebagai Hestu, yang memiliki saudara kembar bernama Akbar, diperankan oleh komika Dodit Mulyanto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved