Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN William menegaskan jika kerajaan Inggris tidak bersikap rasis kepada Meghan Markle, yang merupakan istri dari adik kandungnya Pangeran Harry. Hal tersebut mengomentari ucapan Meghan dan Harry yang menyatakan adanya pernyataan salah satu anggota keluarga soal seberapa gelap warna kulit Archie, anak Meghan dan Harry, ketika lahir.
"Kami tidak rasis," kata Pangeran William.
Meghan menyebut hal tersebut di dalam wawancara dengan Oprah Winfrey, Minggu (7/3). William pun mengaku belum berbincang dengan Harry sejak wawancara itu ditayangkan beberapa hari lalu.
"Saya belum bicara dengannya, tapi nanti saya pasti bicara kepadanya," ujar William.
Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah keluarga kerajaan rasis, William menjawab, "Kami bukan keluarga yang rasis".
Dalam wawancara berdurasi dua jam dengan Oprah Winfrey, hampir tiga tahun setelah pernikahan, Meghan mengatakan kerajaan tidak membantunya ketika ia merasa terasing hingga ingin bunuh diri. Sementara Harry mengatakan ayahnya, Pangeran Charles, membuatnya kecewa dan dia merasa terjebak di dalam kerajaan.
Baca juga: Ratu Elizabeth Balas Pernyataan Meghan Markle
Pada Selasa, Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan atas nama Ratu Elizabeth, nenek Harry, yang mengatakan seluruh keluarga sedih mengetahui sepenuhnya betapa menantang beberapa tahun terakhir ini bagi Harry dan Meghan.
Tapi klaim Meghan dan Harry bahwa seorang anggota kerajaan melontarkan komentar rasis telah mendominasi pemberitaan dan berpotensi merusak citra monarki yang sudah berusia 1.000 tahun.
Meghan yang lahir dari keluarga birasial mengungkapkan ketika dia mengandung Archie, orang-orang khawatir atas Pangeran Harry tentang warna kulit bayi mereka. Tapi dia dan Harry tidak mengatakan siapa yang mengatakan tersebut, meski kemudian Oprah mengklarifikasi ucapan itu tidak keluar dari Ratu Elizabeth maupun Pangeran Philip yang kini sudah berada di rumah sakit selama tiga pekan.
Dalam pernyataan dari ratu, istana mengatakan masalah ras sangat memprihatinkan dan akan diselidiki secara serius, tapi istana mengatakan sebagian orang mungkin mengingat hal yang berbeda.
Istana juga mengatakan itu adalah masalah keluarga yang harusnya ditangani secara tertutup. Selama wawancara, Harry juga mengatakan betapa jauhnya dia dengan anggota keluarga lain. Bahkan ayahnya pada suatu titik tidak mau mengangkat telepon dan ada jarak dalam hubungannya dengan William.
Wawancara yang ditonton oleh 12,4 juta penonton di Inggris dan 17,1 juta di Amerika Serikat, terbukti memecah belah pendapat publik Inggris. Sebagian meyakini betapa kuno dan tidak tolerannya istana, sementara yang lain mencela wawancara Harry dan Meghan sebagai serangan yang mementingkan diri sendiri dan tidak pantas diterima oleh Elizabeth maupun keluarganya.(Ant/OL-5)
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
Putri Wales, Kate Middleton, merayakan Hari Bumi dengan pesan haru. Ia mengungkap bagaimana alam menjadi tempat pelarian selama masa pemulihan kankernya.
Raja Charles merayakan centenary mendiang Ratu Elizabeth II dengan pesan video emosional dan pengumuman monumen permanen di St James's Park.
Pangeran Harry membagikan kisah menyentuh tentang duka kehilangan Putri Diana dan perjuangan mentalnya dalam kunjungan ke Australia bersama Meghan Markle.
Keputusan Raja Charles III untuk tidak menyampaikan pesan Paskah tahun ini memicu perdebatan di Inggris, terutama setelah ia memberikan ucapan Ramadan.
Pihak Duke dan Duchess of Sussex angkat bicara terkait klaim kontroversial dalam buku biografi terbaru Tom Bower, 'Betrayal'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved