Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyanyi solo Segara Banyu Bening mengungkapkan sederet tantangan untuk beradaptasi dan terus bermusik di tengah masa pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan terakhir.
Pria yang akrab disapa Segara itu mengatakan, tampil langsung secara virtual, dimana musisi harus menyapa penonton yang menyaksikan dari balik layar masih sulit baginya untuk merasa terbiasa.
"Beberapa kali gig virtual, dan kalau masalah penyesuaian untuk tampil, memang sulit, karena sangat berbeda, dan aku sendiri masih berusaha menyesuaikan," ungkap Segara, Kamis (19/11).
Menurut pelantun lagu "Yunani" itu, musisi ketika tampil di depan penonton adalah memberi dan menyerap energi. Dan sekarang, musisi hanya bisa menghadap kamera dan tidak ada energi yang bisa diserap.
"Kalau masalah manggung, aku masih mencoba menyesuaikan. Kadang-kadang, penonton enggak sadar kalau tepuk tangan, dan interaksi bersama musisi di atas panggung itu untuk kita saling bertukar energi," ujar putra bungsu Ebiet G Ade itu.
Namun, di sisi lain, pandemi membuatnya semakin produktif untuk membuat lagu-lagu baru. Menurutnya, pandemi yang menuntut masyarakat di rumah saja, merupakan momen tepat bagi pekerja seni termasuk musisi, untuk memproduksi karya sebanyak-banyaknya.
Ketika disinggung mengenai apakah pandemi membuatnya harus menunda beberapa proyeknya di tahun ini, Segara tak mengelak. Mulanya, ia berencana merilis tiga single.
"Tadinya tahun ini targetnya keluarin tiga lagu, tapi waktunya cepet banget tahu-tahu sudah akhir tahun. Mungkin karena kita terlalu terlena sama keadaan yang penuh sama ketidakpastian," ujarnya lalu tertawa.
Namun, Segara memastikan dirinya akan kembali merilis lagu-lagu baru di tahun 2021, mengingat dirinya juga produktif berkarya semasa pandemi.
Sementara itu, Segara baru-baru ini membuat ulang dan membawakan kembali lagu "Hati Selembut Salju" milik Jamal Mirdad, yang populer di era '80an.
Lagu "Hati Selembut Salju" dari Segara yang rilis sejak tanggal 4 September ini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital termasuk Spotify hingga YouTube. (Ant/OL-12)
Sal Priadi merancang lagu baru secara organik saat syuting film Monster Pabrik Rambut. Simak proses kreatifnya bersama Iqbaal Ramadhan dan sutradara Edwin.
Maulana Ardiansyah merilis single terbaru PEPATAH (Perantau Pantang Menyerah). Lagu ini mengangkat kisah nyata perjuangan hidup di tanah rantau.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Jingle perusahaan merupakan instrumen promosi, bukan komersial.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
Nanda Prima kembali dengan single Monolog Dengan Bayangan. Lagu pop ballad R&B ciptaan Roby Geisha ini angkat dilema hubungan yang mulai mendingin.
Winaldy Senna kembali ke industri musik dengan membentuk WAIT. Simak profil personel dan makna mendalam di balik single perdana mereka, Beautiful Lie.
Pusakata dan Haddad Alwi merilis lagu kolaborasi berjudul Menghitung. Sebuah karya yang mengajak pendengar merasakan cinta Allah yang melampaui dosa manusia.
Band Asmara merilis single terbaru Belajar Romantis pada 28 April 2026. Sebuah karya matang tentang arti cinta yang jujur dan sederhana.
Keina Suda merilis single terbaru Nina yang menjadi tema d Anime Store, lengkap dengan MV karya Avogado6 dan jadwal tur Asia 2026 di Seoul serta Taipei.
Musisi Kamila Batavia merilis single Tayomi, sebuah penghormatan untuk mendiang ibunya dengan konsep musik Baroque Galactic yang memadukan nuansa klasik dan kosmik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved