Indonesia Siap Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia, Pasokan Domestik Dipastikan Aman?

Naufal Zuhdi
24/4/2026 18:34
Indonesia Siap Ekspor 250 Ribu Ton Urea ke Australia, Pasokan Domestik Dipastikan Aman?
Pupuk urea(dok.Pupuk Indonesia)

PT Pupuk Indonesia memastikan kesiapan produksi dan pasokan untuk mendukung rencana ekspor pupuk urea ke Australia. Langkah ini menyusul persetujuan Presiden Prabowo Subianto atas ekspor tahap awal sebanyak 250 ribu ton urea ke negara tersebut.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa kapasitas produksi perusahaan memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menangkap peluang ekspor.

“Kami memastikan kesiapan dari sisi produksi maupun pasokan untuk mendukung rencana pemerintah. Kapasitas yang kami miliki memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menangkap peluang ekspor,” ujarnya, Rabu (22/4).

Saat ini, kapasitas produksi urea Pupuk Indonesia mencapai 9,4 juta ton per tahun. Pada 2026, total produksi diproyeksikan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan berada di kisaran 6,3 juta ton. Dengan kapasitas tersebut, stok pupuk nasional dinilai berada pada level yang aman untuk memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia.

Ketersediaan bahan baku utama, yakni gas alam domestik, juga menjadi faktor pendukung utama. Pasokan gas yang relatif stabil, baik dari sisi volume maupun harga, memperkuat ketahanan industri pupuk nasional sekaligus membuka ruang untuk ekspansi pasar ekspor.

“Kapasitas produksi yang kami miliki dapat menjaga kebutuhan pupuk nasional tetap terpenuhi, sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk berperan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk regional,” kata Rahmad.

Lebih lanjut, Pupuk Indonesia menyatakan siap mendukung pelaksanaan ekspor ke Australia melalui skema government to government (G2G). Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.

Hingga 22 April 2026, stok pupuk tercatat mencapai 1,19 juta ton. Angka ini akan terus diperkuat melalui produksi yang berjalan optimal, dengan kapasitas harian mencapai 25 ribu ton untuk urea dan 15 ribu ton untuk pupuk NPK.

“Sebagaimana arahan pemerintah, prioritas utama kami tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ekspor dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan nasional,” tegas Rahmad.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, telah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo melalui sambungan telepon pada Selasa (21/4).

“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” pungkas Teddy.

Ekspor ini dinilai tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Australia, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pupuk utama di kawasan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang pasar internasional. (Fal/P-3) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya