Wamentan: Stok Pupuk Urea Nasional Aman, Indonesia Siap Manfaatkan Peluang Ekspor

Naufal Zuhdi
15/4/2026 20:08
Wamentan: Stok Pupuk Urea Nasional Aman, Indonesia Siap Manfaatkan Peluang Ekspor
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono(MI/Naufal Zuhdi)

WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pasokan pupuk urea nasional dalam kondisi aman di tengah meningkatnya permintaan global akibat gangguan rantai pasok energi dan logistik internasional.

Sudaryono mengatakan, Indonesia memiliki keunggulan dalam produksi urea karena didukung ketersediaan bahan baku utama berupa gas alam yang cukup melimpah di dalam negeri.

“Untuk urea, kita bisa mencukupi tanpa impor karena bahan bakunya gas alam yang tersedia di dalam negeri,” kata Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, dari total produksi pupuk nasional yang mencapai sekitar 14 juta ton per tahun, terdapat potensi kelebihan (excess) produksi urea sebesar sekitar 1,5 juta ton. Kelebihan ini yang kemudian menjadi peluang ekspor bagi Indonesia di tengah tingginya permintaan global.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik, khususnya bagi petani.

“Kita tidak akan mengutamakan ekspor. Kebutuhan dalam negeri harus terpenuhi terlebih dahulu, baru sisanya dialokasikan untuk ekspor,” tuturnya.

Menurut Sudaryono, tingginya minat negara lain terhadap urea Indonesia tidak terlepas dari disrupsi pasokan global, termasuk gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang berdampak pada distribusi energi dan bahan baku industri pupuk.

Sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk mendapatkan pasokan urea, di antaranya India, Filipina, Brasil, serta Australia.

“Hari ini juga kami menerima Duta Besar Australia, dan akan ada beberapa negara lain yang menyampaikan minat untuk memperoleh alokasi ekspor urea dari Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lain, lonjakan permintaan global turut mendorong kenaikan harga urea internasional. Sudaryono menyebut harga urea dunia saat ini telah mencapai kisaran US$900 per ton, naik signifikan dari sebelumnya di level US$600–700 per ton.

“Kita mengikuti harga pasar dunia. Ini kebutuhan pokok, jadi meskipun harga naik, banyak negara tetap mencari pasokan,” jelasnya.

Kendati demikian, ia memastikan kondisi dalam negeri tetap terkendali. Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk, termasuk pupuk subsidi, bagi jutaan petani Indonesia tidak akan terganggu.

“Urusan pupuk bagi petani kita aman. Tidak ada gangguan untuk kebutuhan dalam negeri,” tegas Sudaryono. (Fal)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya