Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH saat ini terus berupaya memperbaiki beberapa prinsip pelaksanaan subsidi pupuk. Dari yang semula hanya berbicara penerima manfaat, skema-skema subsidi, dan alokasi subsidi disertai dengan data, saat ini berkembang menjadi 6T, yakni tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu, tepat harga, tepat jenis dan mutu, serta tepat jumlah.
"Ternyata pada perkembangannya kita masih belum memenuhi keenam tepat ini. Oleh sebab itu kita saat ini terus mengupayakan berbagai penyempurnaan," ucap Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati di acara Membangun Kebijakan Ketahanan Pupuk Subsidi Demi Menjaga Ketahanan Pangan Nasional pada Rabu (17/7).
Lebih lanjut, Vivi menjabarkan bahwa cakupan subsidi pupuk selama ini, dari sisi jumlah petani saat ini ada 28 juta dimana 72 persennya diklasifikasikan sebagai petani skala kecil.
Baca juga : Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi Diharapkan Bisa Menunjang Produktivitas Pertanian
"Bukan hanya dari sisi luasan lahan yang dikuasai untuk lahan pertaniannya, namun juga termasuk mereka yang tidak punya lahan. Kemudian petani penerima pupuk subsidi ini separuhnya, sekitar 14 juta petani," terang dia.
Pemerintah, sambung Vivi, saat ini juga tengah memperbaiki data e-RDKK dan juga Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dengan menggunakan NIK. Harapannya, pendataan penduduk termasuk petani jadi semakin baik dan tentunya penerima subsidi pupuk bisa lebih tepat sasaran.
Sebagai informasi, jenis pupuk yang ada untuk berbagai jenis komoditas pertanian sangatlah beragam. Adapun pupuk yang disubsidi oleh pemerintah adalah pupuk urea dan juga pupuk NPK.
Baca juga : Aplikasi Digital Kunci Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Vivi pun menyampaikan syarat-syarat petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Adapun syarat tersebut antara lain data petani harus terdaftar di Simluhtan dan di Pupuk Indonesia melalui e-RDKK, memiliki kartu tani sebagai identitas yang valid, dan petani harus memiliki atau mengoperasikan sebidang tanah tidak lebih dari 2 hektar.
"Ini agak sulit karena sebagiannya dilakukan melalui Gapoktan yang tentunya persyaratan ini tidak sepenuhnya berjalan dengan baik dan tentunya komoditas yang sesuai dengan kebutuhan yang disubsidi," ungkap dia.
Dengan berbagai persoalan tersebut, pemerintah saat ini sudah mulai merancang transformasi kebijakan subsidi pupuk yang tentunya ini juga menjadi salah satu transformasi yang dilakukan dalam konteks transformasi pangan.
Baca juga : Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran, Kementan Terus Sosialisasikan Permentan 1/2024
"Kita ingin me-reform subsidi dari barang menjadi ke orang, jadi kita menyebutnya bantuan langsung petani, ini arahan Bapak Presiden. Kemudian dilakukan melalui transfer direct cash, kemudian penerima berbasis kelompok menjadi penerima berbasis individu, ini tentunya by name by address kita sangat bergantung kepada data," jelasnya.
"Berikutnya adalah site specific sesuai dengan kondisi kebutuhan lahan dan kebutuhan jenis komoditasnya dan tentunya menekankan kepada dampaknya baik itu kepada produksi, produktivitas dan juga tentunya kepada keberlanjutan," sambung dia.
Beberapa dampak yang diharapkan dengan transformasi menuju bantuan langsung petani ini adalah efisiensi penyaluran, kemudian produktivitas petani. Pemerintah saat ini juga tengah mendiskusikan bahwa nantinya bukan hanya pupuk urea dan NPK saja yang disubsidi, tapi ditambah jenis pupuk lain seperti pupuk organik.
Di sisi lain, melalui pendekatan direct transfer, pemerintah ingin memperbesar financial inclussion baik secara ekonomi maupun keuangan dan tentunya penggunaan pupuk secara lebih bijaksana sehingga kesehatan tanah bisa melestarikan kondisi bumi.
"Oleh sebab itu, regenerative agriculture termasuk pertanian berkelanjutan menjadi cara-cara yang kedepannya kita perlu dorong sebagai bagian dari transformasi pangan," tandasnya. (Fal/Z-7)
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
Gerakan Percepatan Tanam Serentak di area persawahan Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang, Jawa Timur.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi.
BPDLH berkolaborasi dengan PT Mars, OFI, dan Barry Callebaut untuk menyalurkan dana bergulir bagi petani agroforestri guna mendukung ekonomi rendah karbon.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai solusi untuk memutus ketergantungan petani pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved