Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B) nasional, sertifikasi halal semakin menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan konsumen. Tidak hanya terkait kepatuhan terhadap regulasi, label halal kini juga menjadi simbol kepercayaan, kualitas, dan transparansi proses produksi. Bagi pelaku usaha, sertifikasi ini kian dilihat sebagai strategi untuk memperluas pasar, khususnya di negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, langkah ini tercermin dari Baia Nonna, restoran Peranakan di bawah naungan GF Culinary Group, yang resmi mengantongi sertifikasi halal bertepatan dengan Hari Kartini, 21 April 2026. Dengan nomor sertifikasi ID36410047778180326, Baia Nonna menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih inklusif, sekaligus menjangkau segmen konsumen yang lebih luas di Indonesia.
Deputy General Manager Baia Nonna, Aulia Rahman, mengatakan sertifikasi halal bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen. “Melalui kampanye ‘It’s Nonna Halal’, kami ingin mengajak lebih banyak keluarga Indonesia untuk menikmati warisan kuliner Peranakan dengan rasa nyaman dan penuh kepercayaan,” ujarnya.
Meski menjadi kebutuhan pasar, proses memperoleh sertifikasi halal tidak sepenuhnya mudah. Baia Nonna membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk menyesuaikan seluruh rantai pasok, termasuk memastikan bahan baku dan vendor memenuhi standar yang ditetapkan.
Aulia mengakui, salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan vendor yang telah memiliki sertifikasi halal. “Tidak semua vendor bisa memenuhi standar halal. Dalam beberapa bulan terakhir, kami harus mengganti sejumlah pemasok yang belum memiliki sertifikasi dan mencari alternatif baru yang sesuai,” katanya.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga pada konsistensi rasa dan kualitas bahan baku. Beberapa bahan tertentu, seperti produk impor, tetap digunakan, namun harus dipastikan telah memenuhi standar halal.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya menyangkut produk akhir, tetapi juga seluruh ekosistem produksi, mulai dari bahan baku hingga proses distribusi.
Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Muslim, label halal menjadi faktor penting dalam keputusan konsumsi. Kehadiran sertifikasi halal membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau segmen keluarga yang sebelumnya mungkin ragu untuk mencoba.
Baia Nonna memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya sebagai restoran Peranakan yang inklusif. Konsep menu yang diusung menggabungkan cita rasa Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan pilihan hidangan yang dirancang untuk berbagai waktu makan, mulai dari makan siang hingga makan malam. Beberapa menu andalan seperti nasi ayam berempah dan laksa menjadi favorit pelanggan karena menawarkan rasa yang familiar namun tetap khas.
Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan penyesuaian menu secara berkala. Dalam tiga tahun terakhir, Baia Nonna telah melakukan pembaruan menu hingga dua hingga tiga kali untuk menyesuaikan dengan selera pasar. “Menu kami cukup variatif agar bisa menjangkau lebih banyak segmen. Kami juga rutin melakukan evaluasi dan pembaruan agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Aulia.
Pemilihan Hari Kartini sebagai waktu pengumuman sertifikasi halal bukan tanpa alasan. Baia Nonna menilai semangat Kartini yang merepresentasikan kemajuan tanpa meninggalkan akar budaya sejalan dengan identitas brand.
Figur “Nonna” yang diangkat dalam kampanye menjadi simbol kehangatan keluarga, tradisi, serta warisan resep lintas generasi. Identitas ini diperkuat dengan visual perempuan berkebaya yang merepresentasikan nilai budaya sekaligus modernitas. “Kami memang sengaja memilih momen Hari Kartini karena sejalan dengan identitas brand kami yang mengedepankan figur perempuan dan nilai tradisi,” jelasnya.
Saat ini, Baia Nonna telah memiliki lima outlet yang tersebar di kawasan Jabodetabek, termasuk di pusat perbelanjaan seperti Grand Indonesia, Kota Kasablanka, hingga BSD dan Tangerang. Sebagai bagian dari GF Culinary Group yang telah beroperasi lebih dari dua dekade, Baia Nonna mengandalkan pengalaman operasional dan pengembangan konsep restoran untuk menjaga kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Di tengah tren kuliner yang terus berkembang, diferensiasi menjadi kunci. Baia Nonna melihat segmen kuliner Peranakan halal masih relatif terbatas, sehingga menjadi peluang untuk mengisi ceruk pasar tersebut. “Kami ingin memastikan dari sisi operasional, ambience, hingga kualitas makanan tetap terjaga. Dengan pengalaman grup yang sudah lebih dari 20 tahun, kami berusaha menghadirkan standar yang konsisten,” katanya.
Langkah Baia Nonna mencerminkan tren yang lebih luas di industri F&B nasional, di mana sertifikasi halal semakin menjadi faktor daya saing, bukan hanya kepatuhan regulasi. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap aspek kehalalan, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga transparansi dalam proses produksi.
Ke depan, sertifikasi halal diperkirakan akan menjadi standar minimum bagi pelaku usaha yang ingin berkembang di pasar domestik. Bagi Baia Nonna, langkah ini menjadi fondasi untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen. Dalam lanskap industri yang kompetitif, kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar, termasuk melalui sertifikasi halal, akan menjadi penentu keberlanjutan bisnis. (E-4)
Dengan didirikannya FQF halal Certification Center, diharapkan pelaku usaha di Tiongkok dapat mengakses layanan sertifikasi halal yang lebih mudah.
PEMERINTAH menegaskan bahwa seluruh produk dalam kategori tertentu yang beredar di Indonesia wajib mengantongi sertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2026.
Tiga sertifikasi halal dalam layanan pengiriman barang retail berhasil diraih KAI Logistik (Kalog) pada layanan Kalog Express di tiga titik distribusi.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved