Kedaulatan Data Jadi Sorotan, Pusat Pengembangan Talenta AI Resmi Dibuka

Ihfa Firdausya
17/4/2026 20:05
Kedaulatan Data Jadi Sorotan, Pusat Pengembangan Talenta AI Resmi Dibuka
Ilustrasi(Dok MAXY Academy)

DI tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), isu kedaulatan data dan penguasaan teknologi digital mulai menjadi perhatian strategis. Di sisi lain, kebutuhan talenta AI terus meningkat, sementara kesiapan sumber daya manusia dalam negeri dinilai masih menjadi tantangan.

Dalam konteks tersebut, MAXY Academy meresmikan MAXY AI HUB di Jl. Denpasar Raya No. 2 Blok F3, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 15 April 2026. Fasilitas ini dirancang lebih dari sekadar pusat pelatihan, melainkan sebagai pusat inovasi sekaligus ekosistem pengembangan talenta AI yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Kehadiran MAXY AI HUB juga menjadi bagian dari upaya mendorong Indonesia menjadi pemain aktif, bukan sekadar konsumen dalam ekosistem AI global, seiring pentingnya penguasaan data sebagai fondasi kemandirian teknologi.

CEO & Co-Founder MAXY Academy, Isaac Munandar, menekankan pentingnya peran Indonesia dalam membangun kedaulatan teknologi dan data.

“Kami percaya bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi asing. Kita harus menjadi bangsa yang membangun teknologinya sendiri, menguasai datanya sendiri, dan melahirkan talenta-talenta kelas dunia dari tanah sendiri. MAXY AI HUB adalah langkah nyata kami untuk mewujudkan itu,” ujarnya.

Menurutnya, kedaulatan data bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kemandirian ekonomi, keamanan industri, hingga posisi Indonesia dalam peta geopolitik teknologi global.

MAXY AI HUB mengusung dua misi utama, yakni mempersiapkan talenta muda Indonesia agar mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan dan implementasi AI, serta mendukung perusahaan dalam beradaptasi dan bertransformasi di era digital. Fasilitas ini dilengkapi berbagai sarana, seperti smart classroom, co-working space, creator hub, student lounge, serta enam ruang kelas berkapasitas hingga 25 orang per kelas.

Fasilitas ini juga terbuka sebagai ekosistem kolaborasi bagi universitas, perusahaan teknologi, dan pemerintah dalam membangun infrastruktur talenta AI nasional secara bersama-sama.

CTO & Co-Founder MAXY Academy, Andy Febrico Bintoro, menambahkan bahwa fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang inklusif.

“Tempat ini bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk berkarya. Kami ingin membangun ekosistem di mana siapa pun, tanpa memandang latar belakang, dapat menjadi bagian dari revolusi AI di Indonesia,” ujarnya.

Dalam upaya memperluas akses dan konektivitas global, MAXY Academy juga menjalin kerja sama dengan Elancer, perusahaan penempatan tenaga kerja teknologi asal Korea Selatan. Nota kesepahaman (MoU) ini membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan dan Jepang, khususnya pada posisi AI Engineer dan Full Stack Developer.

CEO Elancer, Lloyd Park, menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pengembangan talenta jangka panjang.

“Korea Selatan ingin membangun kolaborasi yang bermakna dengan Indonesia, bukan sekadar menerima tenaga kerja, tetapi bersama-sama membangun talenta AI yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada kedaulatan data nasional Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, MAXY AI HUB juga menghadirkan showcase kolaborasi dengan mitra global, antara lain CompTIA dari Amerika Serikat yang menyediakan sertifikasi AI berstandar internasional, iFLYTEK dari Tiongkok dengan solusi teknologi AI, serta AgnesClaw dari Singapura yang menghadirkan inovasi asisten AI dalam kehidupan kerja.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran, MAXY Academy meluncurkan The AI Navigator Program, yakni program pengenalan AI yang dirancang untuk pemula tanpa latar belakang teknis. Dalam program ini, disediakan 1.000 slot beasiswa bagi generasi muda Indonesia sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pengembangan talenta digital.

MAXY Academy sendiri merupakan perusahaan edu-teknologi berbasis AI yang telah melahirkan lebih dari 5.000 alumni melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi internasional.

Melalui kehadiran MAXY AI HUB, perusahaan berharap dapat memperkuat ekosistem AI nasional sekaligus mendorong lahirnya talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global, seiring meningkatnya kebutuhan teknologi di berbagai sektor industri. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya