Di Mata IMF dan Investor Global, Ekonomi Indonesia Tetap Solid

Insi Nantika Jelita
15/4/2026 12:00
Di Mata IMF dan Investor Global, Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Ilustrasi(Dok Bank Indonesia)

DI mata International Monetary Fund (IMF) dan para investor global, perekonomian Indonesia dinilai tetap solid di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Penilaian ini didukung oleh kuatnya fundamental ekonomi domestik, kredibilitas kebijakan yang terjaga, serta sinergi yang konsisten antara kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Hal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4).

Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga mome?ntum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik. 

"IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid," ujar Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Dalam rangkaian IMF Spring Meetings tersebut, Bank Indonesia melanjutkan outreach atau pendekatan dengan para investor global untuk menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

Penegasan ini didukung oleh kinerja ekonomi yang tetap solid, tercermin dari kuatnya permintaan domestik, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta berlanjutnya pemulihan intermediasi perbankan, sehingga menunjukkan ketahanan Indonesia yang konsisten di tengah tekanan eksternal. 

"Sejalan dengan itu, Bank Indonesia juga menekankan respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif," kata Anton. 

Hal tersebut, lanjutnya, dengan mengombinasikan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mendukung aktivitas ekonomi dan akselerasi digitalisasi.

Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global.

Bank Indonesia pun menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan. 

Anton menegaskan sinergi erat dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB serta realokasi belanja ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya